Sangat "Bodoh" Kalau Satgas PKH Tidak Mengikuti Petunjuk Cara Mudah dan Jitu Kosongkan Kawasan TNTN Pelalawan

Sangat "Bodoh" Kalau Satgas PKH Tidak Mengikuti Petunjuk Cara Mudah dan Jitu Kosongkan Kawasan TNTN Pelalawan

Kabar Pelalawan - Media peduli lingkungan, kabarriau.com sebelumnya sudah memberikan trik jitu dan mudah untuk pengosongan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Provinsi Riau.

Namun, sayangnya Tim Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) malah melakukan melakukan pemasangan plang penguasaan kembali kawasan hutan konservasi Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) yang selama belasan tahun telah hancur disulap menjadi perkebunan kelapa sawit ilegal oleh perambah hutan. 

Sehingga warga menyambut kedatangan Tim Satgas PKH) ke Dusun Toro Jaya, Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Pelalawan pada Selasa (10/6/2025) disambut dengan ratusan massa. 

Hal ini melalui Satgas PKH negara harus melaksanakan trik ini, agar tidak banyak memakan biaya dan korban, “untuk melakukan tugasnya mengosongkan TNTN, Provinsi Riau, Satgas PKH tak perlu banyak resiko yang meyebakan korban.

Kedatangan Tim Satgas PKH ke kawasan TNTN itu telah dinantikan warga selama berjam-jam, sejak pagi tadi. Mereka menunggu rombongan dari Jakarta tiba menggunakan helikopter, setelah transit lebih dulu di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru. 

Namun, warga kecewa karena tidak bisa bertemu langsung dengan pimpinan Satgas PKH. Apalagi, sempat muncul kabar bahwa Ketua Pengarah Satgas PKH yakni Menteri Pertahanan, Letjen TNI (Purn) Sjafrie Sjamsuddin dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni akan ikut dalam kunjungan lapangan ke TNTN, faktanya, tak ada seorang pun pejabat setingkat menteri yang hadir ke lokasi. 

"Percuma saja datang dari Jakarta. Tapi kami tak bisa mengetahui nasib kami. Nasib kami menjadi tak jelas, apalagi kami diminta pindah (relokasi) dari sini," kata, warga setempat yang sudah lama menjual sawit dalam kawasan TNTN tersebut.

Operasi ini menjadi langkah awal penertiban kawasan hutan konservasi yang selama bertahun-tahun dikuasai dan digarap secara ilegal oleh individu maupun kelompok masyarakat.

“Kalau serius mengosongkan TNTN cukup tutup jalan masuk TNTN itu dan tangkap penampung Tandan Buah Segar (TTBS sawit. Sioapapun dilatang masuk termasuk pedagang,” kata pegiat lingkungan yang sudah lama peduli dengan TNTN di Riau. 

“Usah banyak pikir, Satgas tidak perlu masuk kedalam TNTN karena resikonya sangat besar. Cukup larang pedagang masuk berjualan bahan makanan dan tangkap penadah buah sawit (PKS), atau setidaknya larang PKS menampung buah tandan segar ini, maka tidak ada kekuatan penjarah TNTN itu bertahan,” katanya.

Lanjut dia untuk menutup akses masuk itu tak perlu mengerahkan banyak tenaga, “cukup 4 orang TNI atau pejabat penegak hukum menjaga satu jalan mobil dan kendaraan roda dua masukt Tak cukup 3 bulan para penjarah dalam TNTN itu akan keluar sendiri,” pungkasnya.**