Kematian Mendadak Usai Karauke Pengusaha Sawit Kaya Asal Medan Ini Minta Segera Diungkap

Kematian Mendadak Usai Karauke Pengusaha Sawit Kaya Asal Medan Ini Minta Segera Diungkap

Kabar Pekanbaru - Sejumlah pihak termasuk dari rekan pengusaha sawit asal Medan Erry Wilian Alias Asen, yang tewas di salah hotel berbintang di Kota Pekanbaru, pada Kamis (4/5) malam lalu meminta Polresta Pekanbaru mengusut kematiannya yang dinilai tidak wajar ini.

Sebelumnya dikabarkan sebelum insiden itu terjadi, EW sempat berkaraoke di KTV Hotel Furaya Pekanbaru. “Dari sini diduga kematian rekan kami tersebut tidak wajar,” kata rekan beliau yang saat ini belum mau disebutkan namanya, Kamis (11/5/23).

Informasi yang diperoleh, korban diduga sebelumnya mengkonsumsi minuman mengandung alkohol di Room KTV dan selanjutnya ke kamar 568 untuk istirahat.

Walau diduga korban memiliki riwayat penyakit hipertensi, dan asam lambung akut. Namun, saat ini penyebab kematian korban tetap didalami pihak kepolisian.

Sementara pada media, Kabid Humas Polda Riau Kombes Nandang Mukmin Wijaya mengatakan EW meninggal secara tidak wajar. "Benar, korban diduga meninggal dunia secara tidak wajar berinisial EW," kata Kombes Nandang saat dikonfirmasi, Minggu (7/5).

Nandang menyampaikan awalnya EW masuk ke Room KTV Batavia Hotel Furaya Pekanbaru, sekitar pukul 18.18 WIB. "Setelah dari KTV, korban bersama temannya masuk ke kamar nomor 568," lanjutnya. 

Sekitar pukul 22.00 WIB, korban ditemukan pingsan di dalam kamarnya. Kemudian teman yang bersama korban memanggil petugas kamar. Petugas kamar lalu membawa korban ke rumah sakit.

"Di dalam kamar 568, korban sudah terbaring dengan posisi terlentang di lantai dengan menggunakan pakaian celana. Kemudian saat dibawa ke rumah sakit, korban sudah dinyatakan meninggal dunia," jelas Nandang.

Polresta Pekanbaru menyelidiki kematian EW. Jenazah korban sempat dicari di dua yayasan rumah duka warga Tionghoa di Pekanbaru, tidak ada menerima jenazah atas nama EW. Ternyata jenazah sudah dibawa keluarga korban.

"Dugaan sementara korban meninggal karena serangan jantung. Tapi kita masih membutuhkan bukti kuat dari rekam medis," ujar Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol Andrie Setiawan kepada Selasa (9/5/23).

Bahkan, keluarga korban tidak menuntut kematian EW. Jenazah sudah dikremasi pihak keluarga di Medan.**