Bukannya Tekan Angka Kemiskinan, Pemko Medan Malah Gelontorkan Rp.585 M Untuk Lubangi Lapangan Merdeka
Photo : Seorang Ibu memandikan anaknya di Sungai Babura di bawah Jembatan Jalan Kejaksaan Kota Medan
Medan - DPP Betor beberapa waktu lali melakukan Aksi Demo di kantor Walikota Medan meminta Walikota meremajakan Betor.
Salah satu Peserta Aksi mengatakan Jangankan mau meremajakan betor dalam rangka menekan angka kemiskinan di Kota Medan, Pemko Medan malah mengalokasikan anggaran senilai Rp 585 Miliar untuk merevitalisasi Lapangan Merdeka Medan.
"Harusnya Pemko Medan meremajakan Betor di Kota Medan yang semakin hari semakin susah hidupnya bukan malah melubangi lapangan Merdeka Medan dengan anggaran Rp 585 M yang tak ada hubungannya dengan menekan angka kemiskinan di Kota Medan," ungkapnya
Pengamat Ekonomi Gunawan Benjamin di Medan menjelaskan mengacu kepada data BPS, kita lihat garis kemiskinan, kedalaman kemiskinan dan keparahan kemiskinan memberikan gejala bahwa kedepan potensi penambahan jumlah masyarakat miskin Sumut berpeluang naik.
“Garis kemiskinan per kapita Sumut pada bulan September 2022 itu sebesar 592.025, naik dari posisi maret 2022 sebesar 561.004,” jelas Benjamin.
Tetapi, kata Benjamin, berbicara indeks kedalamam kemiskinan naik dari 1,365 (maret 2022) menjadi 1,411 (September 2022). Artinya pengeluaran masyarakat miskin itu kian tertinggal dengan garis kemiskinannya. Bisa juga begini, standar minimal pengeluaran masyarakat miskin itu makin jauh dari angka garis kemiskinannya.
“Berarti bisa jadi penduduk miskin pendapatannya tidak mengalami kenaikan, atau justru mengalami penurunan. Tetapi biaya hidup terus merangkak naik karena inflasi,” kata Benjamin.
Dikatakan Benjamin, kalau berbicara mengenai tingkat keparahan kemiskinan yang membaik. Ini berarti bisa begini, masyarakat yang sebelumnya berada tidak jauh dari garis kemiskinan, selama 1 semester kemarin mampu berada di atas garis kemiskinan.
“Meskipun nantinya hal ini akan bisa dilihat dari besaran rasio gini masyarakat di Sumut untuk menjelaskan fenomena selanjutnya,” kata Benjamin.
Sebelumnya, Revitalisasi Lapangan Merdeka Kota Medan memasuki tahun kedua pengerjaan. Di tahun 2023 ini, Pemkot Medan menghabiskan biaya sebesar Rp 313 miliar.
Hal itu disampaikan Kepala Bidang Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Bangunan Pemerintah, Dinas Perkim Kota Medan, Herbert Hamonangan Panjaitan. Awalnya Herbert mengatakan revitalisasi Lapangan Merdeka Medan merupakan proyek pengerjaan dengan konsep multiyears atau tahun ganda.
Di tahun 2022, anggaran yang sudah dihabiskan untuk revitalisasi Lapangan Merdeka tersebut sebesar Rp 91 miliar. Herbert mengatakan di tahun lalu pengerjaan yang dilakukan yaitu penggalian tanah untuk pemasangan basement.
"Jadi tahun 2022 itu kontraknya Rp 91 miliar, dengan pengerjaan menggali tanah sedalam enam meter untuk basement dari rencana sekitar delapan meter. Selain itu bor pile sebanyak 1.818 titik, capping team 1.090 meter," ujarnya.
Sedangkan untuk tahun 2023 ini, dana yang dianggarkan sebesar Rp 313 miliar. Proyek tersebut akan dilelang dalam waktu hingga bulan Maret mendatang.
"Tahun 2023 ini anggaran disiapkan sebesar Rp 313 miliar, ditargetkan dilelang di triwulan pertama ini," sebutnya.
Revitalisasi Lapangan Merdeka sendiri ditargetkan selesai di bulan Desember 2024. Di tahun depan, anggaran yang disiapkan sebesar Rp 181 miliar.
"Target selesainya itu di Desember 2024 nanti, tahun 2024 anggaran untuk revitalisasi disiapkan Rp 181 miliar," tutupnya.**







