Trotoar Walikota Medan Di Alih Fungsikan Jadi Tempat Ibadah, Pendeta GEKI : Kami Akan Terus Beribadah Disini

Trotoar Walikota Medan Di Alih Fungsikan Jadi Tempat Ibadah, Pendeta GEKI : Kami Akan Terus Beribadah Disini

Photo : Jemaah GEKI beribadah di atas Trotoar depan Kantor Walikota Medan

Medan - Trotoar Kantor Walikota Medan yang berada di Jalan Kapten Maulana Lubis No 1 Medan di alih fungsikan menjadi tempat ibadah Gereja Elim Kristen Indonesia (GEKI).

Ini adalah minggu ke 3 (tiga) Jemaah GEKI melakukan Ibadah di atas trotoar depan Walikota Medan, tampak puluhan jemaah menghadiri kegiatan tersebut, ada juga Mesin Genset dan 4 Loudspeker serta Sound di lokasi teraebut.

Sebelumnya Martono SPd, SH Kuasa Hukum Jemaah GEKI mengatakan bahwa Ibadah Jemaah GEKI di atas trotoar depan Kantor Walikota Medan ini adalah buntut di larangnya Jemaah beribadah di Mal Suzuya Marelan Plaza Kecamatan Medan Marelan. 

"Ibadah Jemaah GEKI di depan kantor Walikota Medan ini akan terus di laksanakan hingga Pemko Medan dapat Memfasilitasi Ibadah Jemaah GEKI  didalam gedung sebagai Pertanggung Jawaban Kepala Daerah sebagai mana diatur dalam SKB 2 Menteri," ungkapnya

Boasa Simanjuntak mengatakan sangat menyesalkan adanya surat dari Dinas PKP2R Kota Medan hingga menurunkan Satpol PP Kota Medan untuk melarang Jemaah GEKI beribadah di Mal Suzuya Pasar Marelan

"Kalau memang Jemaah GEKI di larang melaksanakan ibadah di Mal Suzuya Pasar Marelan, tindak juga Mesjid yang di Lantai 5 Plaza Medan Fair dan Jemaah Kristen yang beribadah di Medan Mal dan Mal yang lainnya di Kota Medan, " katanya

Tampak Satpol PP Kota Medan mencoba menghentikan kegiatan ibadah tersebut, namun para jemaah tetap melaksanakan kegiatan ibadah sampai selesai 

"Kami akan beribadah terus disini sampai Walikota Medan mencabut surat Dinas Perkim ke Pemilik Suzuya Marelan Plaza sehingga kami tak bisa beribadah di sana," kata Pendeta Oktavianus.

Jemaah GEKI pun tampak membersihkan trotoar setelah beribadah dan makan siang bersama di atas trotoar depan kantor Walikota Medan kemudian membubarkan diri dengan tertib.**