Jadwal Regular Flight Wings Air Labuan Bajo Tanpa Transit

Jadwal Regular Flight Wings Air Labuan Bajo Tanpa Transit

Labuan Bajo - Wings Air (kode penerbangan IW) member of Lion Air Group mengucapkan terima kasih atas kerjasama dan koordinasi dari internal, pemerintah daerah, regulator (pemerintah pusat), pengelola bandar udara, pengatur lalu lintas udara serta berbagai pihak terkait lainnya dalam membentuk sinergitas yang mampu memperlancar peroses perjalanan udara setiap penumpang dalam menjangkau dan melayani penerbangan di gerbang udara NTT yang terhubung langsung dengan tujuan di provinsi lain.

Corporate Communications Strategic of Wings Air, Danang Mandala Prihantoro, mengungkap Wings kini membuka rute baru layanan penumpang berjadwal domestik (regular flight) yang menghubungkan destinasi primadona Labuan Bajo, di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur yang berbatasan langsung dengan Nusa Tenggara Barat dengan dipisahkan oleh Selat Sape.

Penerbangan non-stop (tanpa transit) pergi pulang (PP) dari Bandar Udara Komodo (LBJ) tujuan:

1.      Maumere, efektif 04 Januari 2023

Frekuensi terbang 4 (empat) kali seminggu setiap Senin, Rabu, Jumat, Sabtu.

Menyediakan penerbangan dalam satu pulau, yaitu Pulau Flores bagian barat dan timur yang termasuk dalam intra-Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Bandar Udara Frans Seda (MOF). Penerbangan di Maumere, Kabupaten Sikka dapat dilanjutkan ke Kupang, Surabaya, Jakarta dan Bali. 

2.      Tambolaka, efektif 05 Januari 2023

Frekuensi terbang 3 (tiga) kali seminggu setiap Selasa, Kamis, Minggu.

Memberikan kemudahan akses dalam satu wilayah NTT yang dilayani antarpulau: Pulau Flores bagian barat tujuan Pulau Sumba bagian barat.

Kota Tambolaka merupakan kecamatan dan ibukota dari Kabupaten Sumba Barat Daya. Penerbangan melalui Bandar Udara Tambolaka (TMC), terhubung langsung dengan destinasi Kupang, Surabaya, Jakarta dan Bali.

Operasional dan layanan penerbangan ketiga kota dimaksud (Labuan Bajo – Maumere – Tambolaka), melengkapi jaringan yang sudah berjalan (existing route) Lion Air Group, rata-rata frekuensi terbang di Bandar Udara Labuan Bajo 112 seminggu PP, melayani antara lain Bajawa, Ende, Kupang, Jakarta Soekarno-Hatta, Denpasar Bali, Makassar dan Surabaya.

Perluasan jaringan penerbangan dari dan menuju Labuan Bajo dilakukan secara bertahap, dalam berkontribusi:

1. Mendukung aksesibilitas sebagai “jembatan udara” di Nusa Tenggara Timur, yang dikenal sebagai provinsi dengan pulau dan kepulauan yang memiliki bandar udara terbanyak. Sebagai informasi, NTT adalah provinsi yang memiliki 16 pintu udara. Hingga kini, Wings Air beroperasi di  13 airport meliputi bandar udara:  A. A. Bere Tallo di Atambua (ABU), El Tari di Kupang (KOE), Frans Sales Lega di Ruteng (RTG), Frans Seda di Maumere (MOF), Gewayantana di Larantuka (LKA), H. Hasan Aroeboesman di Ende (ENE), Komodo di Labuan Bajo (LBJ), D. C. Saundale di Rote (RTI), Mali di Alor (ARD), Bajawa Soa di Ngada (BJW), Tambolaka di Sumba Barat Daya (TMC), Umbu Mehang Kunda di Waingapu (WGP) dan Wunopito di Lembata – Lewoleba (LWE).

Berharap, waktu yang akan datang dapat beroperasi dan melayani transportasi udara di Wings Air belum beroperasi di: Bandar Udara Soa, Bandar Udara Tardamu di Sabu serta Bandar Udara Pantar di Alor

2. Membantu perkembangan daerah sejalan program pemerintah. Konektivitas “Trans-NTT” semakin terbuka sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Dalam upaya “Menghubungkan Indonesia” guna memperkenalkan dan mempopularkan destinasi yang dapat dijangkau secara point to point (penerbangan berdurasi jarak pendek dan menengah) hingga setingkat kecamatan, serta sebagai bagian upaya dalam percepatan pemulihan perekonomian dalam rangka pengembangan potensi unggulan di masing-masing destinasi (sektor pariwisata, UMKM, bisnis dan lainnya).

3. Memperkenalkan bersamaan momentum kampanye Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI) sehingga semakin memperpendek jarak dan mempersingkat waktu dari satu pulau dengan pulau lainnya sehingga mobilisasi bagi masyarakat, wisatawan dan pebisnis semakin mudah, pendistribusian logistik lebih efektif dan tepat.

Wings Air menjangkau destinasi hingga setingkat kecamatan dan kabupaten untuk “Menghubungkan Indonesia” dengan mengoperasikan armada jenis baling-baling (propeller) tipe pesawat ATR 72-500 atau ATR 72-600, yang tepat sesuai infrastruktur bandar udara.

Pesawat berkapasitas tempat duduk 72 kelas ekonomi, konfigurasi atau tata letak 2-2.  Keunggulan pesawat dalam upaya menawarkan pengalaman terbaru bagi penumpang (pebisnis dan wisatawan), ATR 72 adalah pesawat berteknologi canggih dengan tingkat kenyamanan lebih terasa selama penerbangan karena dibekali interior yang dirancang lebih futuristik, dapat bersantai ketika di kabin, bisa bekerja atau hanya menikmati perjalanan dengan melihat pemandangan karena pesawat mampu terbang rendah.

Kualitas udara segar (fresh) terus menerus dipasok dengan tingkat pembaruan volume udara kabin yang tinggi, sehingga siklus udara terjamin bersih. Dalam hal ini, bagian kesungguhan terhadap kesehatan karyawan serta penumpang, seiring memastikan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan.**