Mata Pelajaran Matematika Antarkan Dr. Suparman Jadi Guru Besar UAD
Yogjakarta - Dr. Suparman, M.Si., DEA. adalah salah satu figur ini patut diapresiasi karena mengabdikan dirinya untuk menekuni bidang yang selama ini dianggap rumit oleh siswa.
Sosok hebat dan inspiratif itu merupakan Dosen Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Ahmad Dahlan (FKIP UAD) Yogyakarta, yang sudah menerima Surat Keputusan Kenaikan Jabatan Akademik Profesor dalam Bidang Ilmu Matematika Terapan.
Alumni S2 dan S3 dari Universitas Paul Sabatier, Toulouse, Prancis ini menjadi Guru Besar UAD baru (ke-8) dan satu-satunya di Bidang Ilmu Matematika Terapan untuk Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah V (LLDikti V).
Surat Keputusan Kenaikan Jabatan Akademik Profesor bagi Suparman itu diserahkan langsung oleh Rektor UAD Dr. Muchlas, M.T. yang didampingi oleh Sekretaris Badan Pembina Harian (BPH) UAD Ir. Asman Latif, di Kampus I UAD, di Jalan Kapas No.9, Semaki, Umbulharjo, Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Salinan Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Mendikbudristek RI) dibacakan oleh Rahman Hakim, S.E. selaku Penyelia Sumber Daya LLDikti V.
Dilanjutkan dengan penyerahan salinan tersebut oleh Kepala LLDikti V Prof. drh. Aris Junaidi, Ph.D. kepada Rektor UAD untuk kemudian diberikan kepada Suparman.
Suparman menuturkan, proses dari sejak dirinya menjadi lektor sampai sekarang guru besar, memakan waktu hampir 17 tahun lamanya. Dari perjalanan itulah dia belajar banyak hal tentang kesabaran dan semangat pantang menyerah (tidak mudah putus asa).
"Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dalam pengusulan kenaikan jabatan akademik ini. Perjalanan panjang untuk bisa sampai ke titik ini penuh dengan beragam bumbu cerita suka maupun duka di dalamnya," ujar Suparman, dalam keterangan tertulis, Senin 18 Juli 2022.
Sementara itu, Rektor UAD menyoroti perlunya akselerasi dalam meraih gelar guru besar akademik agar waktu yang dibutuhkan bisa lebih singkat.
"Menyikapi persoalan ini, mulai dua tahun terakhir, UAD melakukan upaya-upaya percepatan kenaikan jabatan akademik. Hal itu bisa dilihat dalam implementasi yang dilakukan melalui inkubasi 30 calon lektor kepala dan guru besar di UAD," ungkapnya.
Menurut Muchlas, upaya ini akan terus diusahakan dengan berbagai cara. Dukungan sumber daya manusia dan finansial harus terus digalakkan untuk mempercepat prosesnya.
"Saya berpesan kepada guru besar baru UAD yang kini gelarnya berubah menjadi Prof. Dr. Suparman, untuk melakukan pembinaan kepada para juniornya," ucapnya.
"Dengan pencapaian jabatan akademik tertinggi ini, tentu Saudara Prof. Suparman akan memiliki tanggung jawab yang lebih besar dari sebelumnya. Hal tersebut semoga bisa direalisasikan dalam bentuk bimbingan dan arahan untuk diberikan kepada para dosen muda," imbuh Muchlas.**







