Berikut Nama Korban Selamat

Speed Boat Pancung Tenggelam, Ini Pengakuan Pekerja Ilegal Malaysia yang Selamat

Speed Boat Pancung Tenggelam, Ini Pengakuan Pekerja Ilegal Malaysia yang Selamat

Dumai - Dari ungkapan korban selamat dari kecelakaan dilaut Speed Boat Pancung inisial MD yang bersama 18 orang Pekerja Migran Illegal (PMI) lainnya yang berangkat dari Pulau Rupat menuju negara Malaysia, menyebut “kapaal yang kami tumpangi dihantam gelombang,” katamya.

Korban MD saat ini dalam penanganan Tim medis dari UPT. Puskesmas Teluk Lecah dan Puskesdes Desa Sei. Cingam dan ditampung sementara dirumah pedagang di Pantai Ketapang Miswadi.

“Kabarnya rekan saya belum ditemukan, selain itu ada Tekong, ABK dan 1 penumpang,” katanya. 

Atas musibah yang seharusnya tak terjadi ini, pencarian korban dilakukan Tim Polri, pencarian korban juga dibantu oleh Basarnas, Kades Sei. Cingam dan masyarakat Desa sungai Cingam dan  masyarakat Desa Pangkalan. Nyirih, hingga saat ini Pencarian masih berlangsung, situasi aman dan Kondusif.

Diceritakan MD, pada hari Jumat 14 Januari 2022 sekira pkl 19.00 wib, di Pelabuhan Dusun Pangkalan Buah, Desa Sungai Cingam (Sungai Selat Morong) Speed boat dengan 2 unit mesin 60 PK dan 40 PK membawa sebanyak 18 orang PMI  yang tetdiri dari 14 orang laki-laki dan 4 perempuan.

Pembawa pekerja gelap ini dikabarkan bernama, Amin (Tekong), Bokir dan David adalah anak buah kapal (ABK).

Mereka berangkat dari pelabuhan dengan tujuan negara Malaysia, namun sekira 30 menit perjalanan, tepatnya sekira 100 meter setelah tiang Pal Selat Morong, mesin Speedboat mengalami kerusakan dan mati, sementara angin sangat kencang dan ombak sangat tinggi, sehigga air laut masuk kedalam speed boat dan akhirnya speed boat tenggelam.

Dari 18 orang penumpang dan 3 orang Tekong dan ABK, saat ini telah ditemukan 12 orang yang selamat terdampar di pantai Ketapang Desa Sungai Cingam, dimana 10 orang saat ini diamankan di rumah warga di Pantai Ketapang, dan 2 orang diamankan di POS Angkatan Laut di Selat Morong 

Para PMI yang datang dari berbagai daerah tersebut, sebelum diberangkatkan ke Malaysia, telah ditampung selama 7 hari di rumah Hasbullah Alias Jang Bulah yang beralamat di Dusun Pkl. Buah Desa Sei. Cingam Kec. Rupat.

Saat ini korban yang belum ditemukan masih dalam pencarian yang dipimpin oleh Kapolsek Rupat AKP Syaidina Ali, SH beserta 5 orang anggota dan  Kasat Pol Air IPTU Hendriyanto SH, beserta 3 anggota, dikarenakan saat ini kondisi angin sangat kencang dan ombak laut sangat tinggi, sehingga Pencarian korban di lakukan hanya diseputaran Pantai. 

Korban selamat :

  1.  M. YUSRI, umur 46 tahun, Agama Islam, Alamat Langkat Medan.
  2.  HENDRIK, umur 29 tahun, Agama Islam, Alamat Jawa Timur.
  3.  MADUN, Umur 46 tahun, Agama Islam, Alamat Lombok.
  4.  PADLI, Umur 31 tahun, Agama Islam, Alamat Medan.
  5.  MAYA, Umur 31 tahun, Agama Islam, Alamat Medan.
  6.  ANDRIANTO, umur 26 tahun,  Agama Islam, Alamat Rantau Prapat Medan.
  7.  GANDA PUTRA, umur 37 , Agama Islam, Alamat Rantau Prapat Medan.
  8.  SAAT JUNAIDI, umur 46 tahun, ,Agama Islam, Alamat Lombok.
  9.  DAVID, Umur 23 tahun, Agama Islam, Alamat Dusun Pkl. Buah Desa Sei. Cingam.
  10.  ITA, Umur 36 tahun, Agama Islam, Alamat Medan.
  11.  PRIBONO, Umur 33 tahun, Agama Islam, Alamat Tg. Balai Asahan Medan.
  12.  ANHAR, Umur 30 tahun, Agama Islam, Alamat Langkat Medan.
  13.  MUHAMAD ALI, 35 Tahun, Agama Islam, Alamat Dusun V Sei. Cuna Desa Pkl. Nyirih.
  14.  PRIYONO, lahir 14-06-1982  Agama Islam, Alamat Jl. H. Abu Bakar Desa Sei. Cingam.
  15.  SUTOYO, Lahir 11-07-1991, Agama Islam, Alamat Jl. H. Abu Bakar Desa Sei. Cingam. 

Sementara korban yang terdata adalah ;

  • ROFIKOH, Umur 22 Tahun, Agama Islam, Alamat Surabaya.
  •  ARI, umur 24 tahun, agama Islam, Alamat Surabaya (Suami korban MD ROFIKOH). Ditemukan di Pantai Ketapang.
  • TETEH, umur 44 tahun, Islam, Alamat Jawa Barat, ditemukan di pelabuhan Tambak udang Desa Sungai Cingam.**