Hari Ini Tidak Ada Hotspot yang Terpantau, ARIMBI: Ternyata Dashboard Lancang Kuning Bermanfaat

Hari Ini Tidak Ada Hotspot yang Terpantau, ARIMBI: Ternyata Dashboard Lancang Kuning Bermanfaat

Pekanbaru - Aplikasi Dashboard Lancang Kuning ciptaan Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setia Imam Effendy, ternyata bukan "kaleng-kaleng" buktinya ditengah Polda Riau sibuk mengajak semua pihak untuk ikut bagian dan bisa bekerjasama melaksanakan PPKM Mikro, ternyata aplikasi yang sudah meraih penghargaan Indonesia Award 2020, masih jalan.

"Satu minggu sebelumnya Helikopter pemadam bolak-balik dilangit Kota Pekanbaru membawa air untuk memadamkan kebaran lahan, namun hari ini tidak ada titik hostpot artinya Aplikasi Dashboard Lancang Kuning gagasan pak Kapolda ini terus bekerja walau ditengah warga Riau dihantui virus Covid-19." kata Kepala Suku Yayasan Anak Rimba Indonesia (ARIMBI) Mattheus Simamora, Senin (12/7/21) di Pekanbaru.

Mattheus menyebut Helikopter pemadam sebelumnya sibuk bolak-balik memadamkan Karhutla, namun tidak satupun publik yang tahu, dan asap di Riau selama kemarau 3 minggu sebelumnya juga tidak muncul.

Ulas Mattheus, tidak salah Aplikasi Dashboard Lancang Kuning ini mendapat penghargaan bergengsi yang diterima Kapolda Agung, karena dinilai telah berhasil menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dengan cepat. "hari ini terbukti".

"Bahkan Dashboard Lancang Kuning ini bukan saja memantau titik api di Riau, tetapi juga daerah rawan kebakaran lahan lain juga ikut merasakan manfaatnya. Ini merupakan hasil kerja keras Polda Riau yang dimanfaatkan untuk mencegah dan menanggulangi karhutla sehingga deteksi dini Kebakaran Hutan kini Cepat Teratasi. Hingga saat ini bisa dikatakan tidak ada titik api," pungkasnya.

Dikonfirmasi, Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setia Imam Effendy, menyebut, "Alhamdulillah hari ini tidak ada hotspot".

Seperti diketahui, Aplikasi Dashboard Lancang Kuning Nusantara dikembangkan Kepolisian Daerah Riau, kini menjadi rujukan untuk pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara nasional.

Tidak tangung-tanggung sebelumnya aplikasi tersebut diluncurkan oleh Kapolri Jenderal Idham Azis, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, di Kota Pekanbaru.

Bahkan acara peluncuran disaksikan Kepala BNPB Doni Monardo, Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Alue Dohong dan Gubernur Riau Syamsuar, serta 11 Kapolda di lokasi rawan karhutla.

Kala itu, Kapolri Jenderal Idham Azis, memuji aplikasi tersebut sebagai terobosan baru. Ia berharap aplikasi tersebut terus disempurnakan dengan pelibatan semua unsur, mulai dari akademisi dan masyarakat.

Juga Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, memuji aplikasi ini, kata Panglima "bahwa aplikasi tersebut cukup komplit karena memberikan info terkait titik panas (hotspot), pendukung arah angin, dan awan yang bisa disemai untuk operasi hujan buatan".

"Aplikasi ini sebagai deteksi dini menggunakan penginderaan jarak jauh dan bisa diketahui kondisi secara real time (terkini), yang dulu kita menggunakan aplikasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang sebelumnya kerap terlambat," demikian ungkap Panglima TNI.

Panglima TNI, menyatakan Dashboard Lancang Kuning Nusantara bisa berjalan optimal apabila tiga hal utama dilaksanakan dengan benar. Pertama, pendeteksian dengan satelit secara cepat.

Kedua kata Panglima, identifikasi berupa titik panas (hotspot) harus diikuti dengan proses identifikasi menggunakan personel di lapangan dari anggota TNI dan Polri.

Ketiganya tukas dia, setelah identifikasi adalah tahap eksekusi dengan satu kesatuan komando. Eksekusi memerlukan sumberdaya bisa alutsista berupa pesawat, helikopter hingga peralatan pemadaman di darat seperti pompa air dan selang. **