WNA Terciduk Bawa Dokumen Swab Palsu dari Batam

Kapolda Diminta Bentuk Tim Terpadu Untuk Mengungkap Jaringan Dokumen Hasil Swab Anitigen Palsu di Bandara Pekanbaru

Kapolda Diminta Bentuk Tim Terpadu Untuk Mengungkap Jaringan Dokumen Hasil Swab Anitigen Palsu di Bandara Pekanbaru

Pekanbaru - Penumpang pesawat yang menuju Pekanbaru dari Prov lain masuk Pekanbaru, setelah dilakukan test swab antigen ulang di Terminal Kedatangan Umum Bandara Internasional SSK II Pekanbaru, ternyata hasil swab ulang aniitgen tersebut ditemukan penumpang positif covid-19 dan diduga dokumen hasil swab antigen yang dibawa penumpang tersebut ternyata palsu.

Selain itu juga beredar informasi ada warga negara asing (WNA) India yang mebawa dokumen hasil swab test antigen palsu dari salah satu faskes yang ada di kota Batam yang hendak berangkat ke Jakarta Via Bandara SSK II Pekanbaru.

Banyak kalangan meminta Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setia untuk mengejar para pembuat dokumen swab palsu ini, pasalnya covid-19 di Pekanbaru semakin mengkhawatir warga.

Berdasarkan informasi yang diterima redaksi ada sejumlah orang di kadatangan pesawat di Bandara SSK II Perkanbaru yang positif setelah terjaring swab antigen ulang hasilnya positif covid-19 ketika di test di bandara SSK II Pekanbaru.

"13 orang isolasi di RS Madani, 5 orang di isolasi di Asrama haji, 1 orang isolasi di Rusunawa dan 1 orang belum jelas informasinya," demikian informasi yang diterima redajksi pada, Rabu (30/6/21).

Pemeriksaan tersebut sebelumnya telah diberitakan kabarriau.com dan mendesak Gubri mengeluarkan Surat Gubernur, saat ini mereka terjaring atas dasar Surat Gubernur Nomor : 443/Dinkes/1561 tentang Pemeriksaan Swab Antigen bagi Setiap Penumpang dari Pulau Jawa tertanggal 22 Juni 2021.

Kemudian terjaringnya pada pendatang ke Riau ini diperkuat oleh Surat Gubernur Riau Nomor : 440/UM/1602 tentang Antisipasi Peningkatan Penyebaran Covid 19 di Kab/Kota Se Provinsi Riau tertanggal 25 Juni 2021 lalu.

"Kita berharap bapak Kapolda Riau segera mengusut tuntas kasus ini, dan mencari dalang dibelakang swab antigen palsu sampai sebagai syarat perjalanan orang pada masa pandemi," kata warga Pekanbaru yang mengkawatirkan keselamatan warganya.

Untuk menjaga Bumi Lancang Kuning dari penyebaran virus covid-19 warga Riau juga meminta Kapolda Riau membuat tim terpadu untuk mengungkap kasus dokumen hasil swab antigen palsu, agar kejahatan yang masif seperti ini tidak terulang.**