Baru Sebulan Dibangun Jalintim Pelalawan Berlobang Lagi
Kabar Sosial - Sungguh patut dipertanyakan Baru Dibangun Jalan Lintas Timur, diejumlah ruas sudah mulai berlubang lagi, misalnya Preservasi Pelebaran jalan Sorek I - Batas Kabupaten Inhu hingga Simpang Japura Pematang Reba nyaris mencelakakan pengendara.
Anehnya dana bersumber dari SBSN tahun anggaran 2018-2019 ini baru selesai dilakasanakan, kalau ditinjau kondisi ini membahayakan para pengendara yang melintas di jalan tersebut.
Pantauan di lokasi, Senin (14/1/19) menunjukkan, sejumlah lubang terlihat di beberapa titik jalan itu.
Bahkan terlihat lubang paling besar berada tak jauh dari jarak kantor Polsek Rengat Barat.
Lubang besar yang berdiameter sekitar 10 centimeter masih dianggap warga biasa saja, sejauh ini belum diberikan pemasangan tanda bahaya di lubang itu.
Selain lubang, kondisi aspal di jalan itu masih diragukan ketahanannya. Aspal di bagian pinggir jalan juga sudah mengelupas.
Warga yang kerap melewati lobang itu mengatakan, jalan tersebut selesai diperbaiki akhir Desember lalu.
Pelaksanaan jalan nasional Wilayah II Provinsi Riau ini nilai kontraknya Rp147.637.319.000 yang dikerjakan kontraktor pelaksana Istaka-Hasrat-Semangat KSO.
Penyelesaian kerja 540 hari, sedangkan masa pemeliharaan 365 hari kelender, namun setelah dilakukan penyelesaian, sudah muncul lubang di jalan tersebut.
"Jalan tersebut cepat rusak karena pengerjaannya asal-asalan. Proses pengurukan jalan tidak padat," sebut pengendara Sulaiman (31Th) bahkan saat desember itu dia memperhatikan proses pembanguna jalan bersumber dari dana APBN ini.
Awal kerja pengurukan badan jalan di duga tidak padat memungkinkan terjadinya badan jalan mudah tergerus.
"Lama-lama yaitu jadinya muncul lubang, apa lagi musim penghujan ini, kalau badan jalan tak rata alias bergelombang bisa buat banyak genangan air yang mengakibatkan aspal bisa cepat rusak, ujar warga.
Pihak kontraktor, Rahmat, dikonfirmasi soal pengerjaan jalan itu, melalui ponselnya tak bisa lebih banyak menjelaskan. "Ya datang saja ke Ukui, disini kantor kita, saya tak bisa menjelaskan lebih banyak," kata dia singkat pada wartawan S.
Sedangkan Anton, General Super Tender dikonfirmssi lewat ponselnya tak mejawab. Sejauh ini pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Bina Marga , Balai Besar Pelakasanaan Jalan Nasional yang berkompeten dalam masalah ini belum memberikan klarifikas.**SRY







