FMM Goyang Komplek Chevron Terkait Pembersihan Limbah PT CPI di Minas Lamban

FMM Goyang Komplek Chevron Terkait Pembersihan Limbah PT CPI di Minas Lamban

Siak - Forum Mahasiswa Minas (FMM) melakukan aksi di Get Alfatah Komplek PT Chevron Pacific Indoensia (PT CPI) , Minas, Siak, Riau, Senin (12/4/21) pagi.

Aksi ini diduga terkait diskusi publik Yayasan Anak Rimba Indonesia (Arimbi)  yang membahas "Selamatkan Riau dari Pencemaran Limbah B3 Tanah Terkontaminasi Minyak" yang digelar di Hotel Furaya Pekanbaru, Riau Jumat (9/4/21) .

Kordinator Umum Forum Mahasiswa Minas (FMM), Yoki Indra, dalam menyampaikan dengan terjadinya dugaan pencemaran lingkungan dari limbah b3 terhadap lahan dan rusaknya ekosistem sungai di kecamatan Minas oleh limbah dari Chevron Pasifik Indonesia (CPI) walau sudah didesak namun tidak kunjung usai sampai saat ini.

"Warga resah, yang di alami masyarakat minas yang menimbulkan efek 
negatif, kami dari FMM ingin melakukan aksi ini untuk meminta pemulihan lingkungan," katanya.

Sebelumnya, Arimbi dalam diskusi "tidak mau Pemerintah Riau lepas tangan dalam hal ganti rugi dan pemulihan lingkungan Riau jelang hengkanya PT CPI dari Blok Rokan, disukusi ini mendpat dukungan dari berbagai pihak termasuk pegiat lingkungan.

Kepala Suku Anak Rimba Indoensia (Arimbi), Mattheus. S, usai dalam diskusi publik yang dilaksanakan Arimbi ini juga terungkap sejumlah fakta menarik.

Faktanya Limbah minyak PT Chevron Pacific Indonesia (PT CPI) disebutkan warga korban yang hadir "berserakan" dilahan mereka dan di kawasan Tahura Sultan Syarif Hasyim (SSH) Minas Riau termasuk dalam lokasi Pusat Pelatihan Gajah (PLG) Riau.

Limbah ini dikatakan telah lama dan mencemari Sungai Takuana dan sejumlah sungai lain di Minas bahkan sungai tempat gajah-gajah PLG Minas minum dan mandi, tentunya pencemaran ini kian disorot aktivis lingkungan dan para pakar lingkungan di Pekanbaru, Riau.

Dalam diskusi ini muncul tudingan ada nama subkontraktor (subkon) PT CPI yang diduga bertanggungjawab atas berserakannya limbah B3 di kawasan Tahura Minas tersebut. Dan subkon PT CPI itu diminta bertanggungjawab karena sudah dibayar PT CPI dalam menangani limbah B3 tersebut.**


Video Terkait :