Lapis Legit TTM di Tanah Kebun Warga

PT CPI Terkesan Tidak Bertanggung Jawab Terhadap Lingkungan, Warga : Pak Menteri ESDM Tolong Tindak

PT CPI Terkesan Tidak Bertanggung Jawab Terhadap Lingkungan, Warga : Pak Menteri ESDM Tolong Tindak

Riau - Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, diminta rakyat Riau untuk segera mendesak PT Chevron Pasific Indonesia (CPI) untuk segera membersihkan limbah minyak yang memenuhi lahan sawit warga di Minas Riau.

"Sawit kami tenacam pak, soalnya dibawah tanah kebun kami penuh tumpahan minyak limbah minyak PT CPI," kata petani sawit Minas, S Barus, Sabtu.

Dari temuan warga limbah berupa minyak mentah dalam lahan sawit warga bagaikan lepis legit kue, dalam tanah sehingga berakibat pertumbuhan sawit hidup segan matipun tak mau. 

"Pak menteri lahan sawit kami di Minas dan sekitarnya dipenuhi limbah minyak. sawit kami hidup segan matipun tak mau," kata warga Minas, Siak, Riau, Sabtu (3/4/21).

Diketahui limbah PT CPI juga berserakan disejumlah posisi di Taman Pelatihan Gajah (PLG) Minas, walau saat ini pembersihan telah dilakukan secara manual oleh Sub kontrator CPI diatas lahan 1000 hektare namun pembersihan limbah ini tidak efektif.

"Kita sudah survei kelokasi, pembersihan limbah di lahan PLG ini tidak efektif dan pembersihan dilakukan hanya sekira 50 meter dari dipinggir sungai, kita minta Jokowi desak PT CPI bersihkan limbanya dului baru hengkang," kata Kepala Suku Anak Rimba Indoensia (ARIMBI) Mattheus. S.

Selain pembersihan terkesan asal-asalan, lenjut Mattheus limbah hasil galian ditumpuk dekat berkeliaran gajah dan lokasi wisata masyarakat dalam taman PLG. 

"Pokonya sebelum hengkang PT CPI harus selesaikan limbah mereka terlebih dahulu dan jangan memakai uang negara. Kalau kita gali dibawah tanah 20 CM minyak masih banyak," kata Matthues yang juga gerah atas laporan masyarakat yang menjadi korban limbah.

Lanjut Mattheus,  komitmen PT Chevron Pasific Indonesia (CPI) melakukan pemulihan Tanah Terkontaminasi Minyak bumi (TTM), sebelum masa kontrak beroperasi berakhir di Blok Rokan Provinsi Riau pada tanggal 08 Agustus 2021 dinilainya terkesan tarik ulur.

Tentunya ulas Mattheus, sebagai operator dari Kontrak Kerja Sama dengan pemerintah Indonesia PT CPI harus patuh sesuai kontrak bagi hasil. PT CPI juga berkomitmen untuk menjalankan operasi minyak dan gas yang selamat, andal dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.

"Kalau kita temukan CPI tidak ramah lingkungan," kata Mattheus dilokasi penemuan limbah CPI dilahan sawit warga Minas, Siak, Riau, Damanik, Jumat (1/4/21) pagi.

Temuan ARIMBI ini ketika dikonfirmasi pada Seksi Pengaduan dan Penyelesaian Sengketa, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Riau (DLHK) Dwiyana membenarkan limbah CPI ada dimana-mana, dan ungkapnya sudah tiga ratusan warga yang membuat laporan ke Dinas DLHK Riau.

"Memang benar adanya pengaduan masyarakat yang terkena dampak diduga dari kegiatan pengeboran minyak mentah oleh perusahaan PT Chevron Pasific Indonesia," kata Dwiyana.

Dwiyana menambahkan, Dinas LHK Provinsi Riau sedang memfasilitasi penyelesaian sengketa lingkungan hidup di luar pengadilan, kata Dwi lebih dari 332 warga masyarakat yang lahannya tercemar oleh minyak Bumi akibat kegiatan PT Chevron Pasific Indonesia yang melapor.

"Iya, sudah dilaksanakan verfikasi administrasi dan sebagian besar sudah diverifikasi lapangan,  dengan kesimpulan  memang benar telah terjadi sengketa LH," pungkas Dwi.

Pihak PT Chevron Pasific Indonesia sudah berita ke 4 kabarriau.com belum ada yang menjawab.**

Terkait lokasi foto ini Videonya :


Video Terkait :