Ditanya Hasil Lab Limbah PT Indosawit, Kadis DLHK Pelalawan Eko Novitra Mulai “Bertingkah”

Ditanya Hasil Lab Limbah PT Indosawit, Kadis DLHK Pelalawan Eko Novitra Mulai “Bertingkah”

Pelalawan - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pelalawan Eko Novitra, ST, M.Si di konfirmasi menaggapi berita kabarriau sebelumnya, terkait pencemaran lingkungan akibat jebolnya IPAL PT Indosawit Subur Pabrik Kelapa Sawit (PKS) 1 di desa Ukui, Pelalawan, Riau, kini mulai “betingkah”.

Entah apa gerangan yang dipikirkan kadis ini, dia saat ditanya apa hasil analisa dalam kurun waktu minimal 14 (empat belas) hari kerja yang dijanjikan beliau “terkesan disembunyikan”. 

Faktanya 10 kali dikonfirmasi beliau membisu, menurut warga diduga ini kaitannnya dengan “berkas atau beras”.

Menaggapi resume awal Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pelalawan, Kepala suku Anak Rimba Indoensai (ARIMBI), Mattheus. S, Senin (15/2/21) lalu, kini mempertanyakan keseriusan DLHK Pelalawan.

Walau dinilai Mattheus proses tersebut sudah sesuai dengan prosedur, namun demikian DLH Pelalawan juga harus transparan dengan hasil analisis laboratorium tersebut.

“Kok bapak konfirmasi ulang dia tak menjawab, ada apa?,” katanya, Senin (22/2/21).

Faktanya kata Mattheus, ada habitat sungai yang mati pada saat kejadian, tanggal 2 Februari 2021 lalu. Jika nanti hasil Laboratorium itu menyatakan bahwa sampel 5 yang berjarak 25 Km dari TKP masih mengandung residu berbahaya maka dipastikan bahwa katagori limbah yang jebol tersebut adalah limbah Bahan Baku Berbahaya (B3).

“Mau dia tidak transparan Kadis DLHK itu, kita tahu itu limbah B3,” katanya, untukl itu kata Mattheus, “kita minta hasil Lab nya dirilis secara transparan.

Seperti kta tahu Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pelalawan, sebelumnya mengirimkan resume awal pada redaksi.

Begini isinya: RESUMEN AWAL DUGAAN PENCEMARAN LINGKUNGAN OLEH USAHA KEGIATAN PT INTI INDOSAWIT SUBUR PABRIK KELAPA SAWIT 1 (SATU) DI KECAMATAN UKUI KABUPATEN PELALAWAN

Pangkalan Kerinci, Kamis 05 Februari 2021,  Bersama ini, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pelalawan sampaikan bahwa : 

1. Pada hari selasa pagi tanggal 02 Februari 2021 telah diterima surat pemberitahuan dari Mill  Manager PT Inti Indosawit Subur Pabrik Kelapa Sawit 1 Kecamatan Ukui Kabupaten Pelalawan kepada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pelalawan Propinsi Riau nomor ; 009/Ext-PUS/02/2021 tertanggal 02 Februari 2021 bahwa telah terjadi jebolnya tanggul kolam air buffer limbah pada IPAL yaitu Kolam 8 (Secondary Anaerobic Pound 2), Kolam 9 ( Secondary Anaerobic Pound 3) dan Kolam 10 ( Sedimentation Pound).

2. Pada hari yang sama Tim DLH Kab. Pelalawan, melalui surat perintah kepala dinas agar segera melakukan verifikasi lapangan. 

3. Pada saat verifikasi lapanganTim DLH melihat bahwa adanya jebolnya tanggul kolam air buffer limbah pada IPAL yaitu Kolam 8 (Secondary Anaerobic Pound.

2), Kolam 9 (Secondary Anaerobic Pound 3) dan Kolam 10 ( Sedimentation Pound). Berdasarkan keterangan awal pihak perusahaan bahwa kolam tersebut sebelumnya sudah tidak diaktifkan karena perusahaan sudah menerapkan penggunaan Biogas pada kolam sebelum tersebut (Primary Anaerobic Pound 1) dan hasilnya layak sudah dialirkan Land Aplikasi. 

4. Dinas Lingkungan Hidup Kab. Pelalawan yang disaksikan pihak perusahaan melakukan pengambilan sampel air dan mengukuran PH air insitu sebagai berikut : 

  • Sampel 1 berada lokasi Kolam 10 ( Sedimentation Pound). 
  • Sampel 2 berada di parit perusahaan yang berjarak 1 km dari lokasi Kolam 10 ( Sedimentation Pound) 
  • Sampel 3 berada di lokasi hulu Sungai Pematang yang berjarak 3 km dari lokasi Kolam 10 ( Sedimentation Pound) 
  • Sampel 4 berada di lokasi Sungai Pematang yang berjarak 7 km dari lokasi Kolam 10 ( Sedimentation Pound) 
  • Sampel 5 berada di lokasi Sungai Air Hitam yang berjarak 25 km dari lokasi Kolam 10 ( Sedimentation Pound) 

5. Sampel yang diperoleh langsung dibawa dan diantarkan guna untuk dianalisa ke UPT Laboratorium Kesehatan dan Lingkungan Dinas Kesehatan Propinsi Riau di Pekanbaru. 

Perkiraan akan diperoleh hasil analisa dalam kurun waktu minimal 14 (empat belas) hari kerja. 

Demikian resume awal ini kami sampaikan agar dapat dipahami sesuai fakta yang terlihat dilapangan kemudian telah didokumentasikan yang diarsipkan di berkas yang kami kumpulkan. Atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terimakasih. (Sumber DLH Pelalawan).