Gelaran Karpet Merah, Viro Gandeng Desainer Fesyen Indonesia Mendunia

Gelaran Karpet Merah, Viro Gandeng Desainer Fesyen Indonesia Mendunia

Jakarta – Berkat kolaborasi para pelaku, pemerhati, dan penikmat industri
fesyen yang ingin tetap berkarya meskipun dalam suasana pandemi, satu bulan menuju pergantian tahun 2021, Virtual Red Carpet by Heart of Hollywood telah terlaksana dengan sukses dan dihadiri oleh peserta dari belahan dunia.

Executive Vice President dari PT Polymindo Permata, yang juga pemilik pemilik merek Viro Inovasi, Johan Yang, sebut sepertinya ajang ini menjadi kata kunci agar kesuksesan mampu terjadi di tahun 2020 yang penuh tantangan.

Jelas Johan Yang, di masa pandemi seperti saat ini, kreativitas dan kolaborasi harus terus diupayakan di tengah segala keterbatasan.

"Kami melihat ajang Virtual Red Carpet sebagai sebuah solusi yang efektif untuk mempertemukan ide dan kreativitas fesyen top dunia," katanya.

Selain itu ulasnya, Virtual Red Carpet ini juga sejalan dengan misi Viro yang selalu mengedepankan aspek ramah lingkungan karena penyelenggaraannya tidak menghasilkan banyak carbon footprint.

Koleksi Untaian Asa yang didokumentasikan di lokasi showroom Viro di Tangerang, Indonesia Dengan berpartisipasi dalam ajang Virtual Red Carpet pada 15 November lalu, Viro, ini menunjukkan kemampuannya untuk keluar dari zona nyaman.

Materi eco faux dari Viro merupakan serat non-natural yang memiliki look and feel serupa material alami. Materi yang digunakan untuk mendukung acara Heart of Hollywood ini adalah generasi baru eco faux dengan peningkatan fleksibilitas dan berpengaruh pada ketegangan serat yang lebih lentur," katanya.

Generasi baru serat ini terangnya, bersifat lebih tahan lama, tidak luntur, nyaman dipakai, anti-air, dan dapat didaur ulang. Material eco-faux Viro yang biasanya dipasok untuk fungsi rancang bangunan dan interior ruangan, melalui kolaborasi dengan desainer mampu tampil memukau sebagai karya adibusana.

"Derap langkah para model yang penuh percara diri jelas mengilustrasikan material eco-faux mampu tampil melentur dan gemulai sebagai elemen padanan berbusana," katanya.

Gaun-gaun hasil kreasi Jesus Cedeño ini juga menjadi pembuktian bila material eco faux ternyata terlihat makin elegan saat dipadankan bersama detail kilauan kristal.

"Kesan elegan yang modern kian terasa kala tim produksi Heart of Hollywood, merekonstruksi ulang karya seni bertajuk "Kendaraan "Langit" karya Joko Avianto, yang juga didukung oleh Viro di tahun 2019, sebagai latar peragaan digital-nya," jelas dia.

Viro lanjutnya, menatap masa depan industri fesyen Indonesia dengan optimis karena Indonesia memiliki banyak desainer yang bertalenta.

"Ajang Virtual Red Carpet menjadi penyemangat bagi kami untuk melahirkankolaborasi-kolaborasi strategis lainnya," katanya.

"Sebagai perusahaan yang selalu mengedepankan inovasi, Viro berinovasi menuju material berbasis bio-polymer yang dapat meningkatkan fleksibilitas dan berpengaruh pada ketegangan serat yang lebih lentur," pungkas Johan Yang.**

Berita Terkait