Update Covid-19 Inhu per 16 Nopember, Terkonfirmasi 405 Kasus

Update Covid-19 Inhu per 16 Nopember, Terkonfirmasi 405 Kasus

Kadiskes Pemkab Inhu, Ellis Julinarty

INHU - Siaran pers satuan tugas penanganan Covid-19 daerah kabupaten Inhu mencatat, Senin 16 Nopember 2020 mencatat pertumbuhan Pandemi Covid-19 di kabupaten Indragiri Hulu Inhu Riau terus bertambah. 

Sebab, terhitung bulan Maret hingga Minggu (15/11) kumulatif kasus positif terkonfirmasi Covid-19 tercatat sebanyak 405 kasus dan tutup usia 6 orang.

Bahkan dari total kumulatif terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut sebanyak sebanyak 22 orang diantaranya dilakukan isolasi di Rumah Sakit, isolasi mandiri sebanyak 35 orang, sehat dan sembuh sebanyak 340 orang.

Masih berdasarkan update data terakhir yang dihimpun Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hulu tanggal hingga 15 November 2020, total Kumulatif Suspek berjumlah 2.119 kasus dengan rincian Isolasi Mandiri 425 orang, Isolasi di Rumah Sakit 4 orang, selesai Isolasi 1.680 orang, dan meninggal dunia 10 orang.

Sedangkan kumulatif dilakukan pemeriksaan Rapid hingga tanggal (15/11) tercatat sebanyak 4.509 orang dan pemeriksaan Swab sebanyak 2.478 orang.

Karena Pendemi, hingga saat ini Pemerintah terus menerapkan adaptasi baru (New Normal) menuju masyarakat yang produktif dan aman dengan tujuan mempercepat penanganan Covid-19 dalam aspek kesehatan dan sosial ekonomi.

Dengan demikian masyarakat dihimbau untuk tetap menerapkan Protokol Kesehatan dengan pakai masker bila keluar rumah dan di tempat kerja, selalu menjaga jarak (Physical Distancing), sering mencuci tangan pakai sabun dan menghindari kerumunan (Social Distancing). Beber juru bicara, Jawalter Situmorang.

Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Inhu, Ellis Julinarty membenarkan penanganan kepada kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Inhu dilakukan dengan dua pola  sesuai Permenkes.

Yakni, untuk kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dengan gejala berat di isolasi di rumah sakit dan untuk kasus terkonfirmasi positif tapi dengan gejala ringan dan atau tanpa gejala dilakukan isolasi mandiri dengan pengawasan dari gugus tugas dan tim Yustisi. (Sandar Nababan)