Afrizal Sebut "Aman" Setelah Dipanggil Intel Kejati Pelalawan, "Diamini"

Admin
Share :
afrizal-sebut-aman-setelah-dipanggil-intel-kejati-pelalawan-diamini

Kabar Korupsi - Kasi Intel Kejaksaan Negeri Pelalawan, Sumriadi, menjawab soal pemanggilan salah seorang karyawan Badan Usaha Milik daerah (BUMD) Pelalawan dengan nama PD Tuah Sekata, Afrizal.

Terkait diberitakan sebelumnya yang dikatakan Afrizal "Aman" setelah dipanggil Kasi Intel Kejari Pelalawan dan setelah dipanggil akan diperiksa atau di BAP pihak Tipikor Kejati diamini Sumriadi, nanti setelah ini kata Kasi Intel yang baru beberpa bulan dilantik ini akan dilanjutkan pemeriksaan agar jelas ujung pangkal masalahnya.

"Dia sudah kita panggil guna memintai keterangan secara lisan dikantor kemarin, masalah dugaan Korupsi BUMD. Saat kita interogasi dia kita berikan jaminan aman dalam mengungkap siapa saja yang terlibat. Kita tidak main-main. Kita akan periksa (BAP) saksi-saksi terutama ke 8 pegawai itu beberapa hari lagi," katanya, Senin (27/7/20) malam.

Sebelumnya ditemukan inspektorat ada uang perusahaan "bocor" lebih dari 12 milyar, uang tersebut tidak bisa dipertanggung jawabkan 9 karyawan BUMD, dengan Afrizal uang ditemukan tidak bisa diretanggung jawabkan sekira Rp 2 M lebih, sisanya ke 8 pegawai lainnya.

Temuan itu ditengah perusahaan kebanggan HM Harris ini gencar-gencarnya melakukan penambahan jaringan listrik, ternyata dalam jaringan itu selama ini luput dari pengawasan.

Setelah dilakukan audit ada "aroma KKN" tercium oleh pengawas yaitu Inspektorat Pemkab Pelalawan, kini terkuaklah uang BUMD itu mengalir tanpa bisa dipertanggungjawabkan.

Salah satu temuan terbesar pada Kepala Divisi Listrik BUMD Tuah Sekata, Afrizal, namun dikonfirmasi dia menyebut sudah dipanggil Kasi Intel Kejksaan Negeri Pelalawan.

"Saya sudah dipanggil pihak Intel Jaksa kekantornya, sampai saat ini 'aman?', menunggu selanjutnya," katanya.

Seperti diketahui ada 8 orang pegawai BUMD Tuah Sekata Pelalawan yang masuk dalam daftar temuan inspektorat Pelalawan, dengan temuan ini kesemuanya dinon aktifkan.

Entah apa pertimbangannya kesemua oknum pegawai BUMD ini dipekerjakan lagi, infonya sih 7 mengembalikan uang temuan tersebut, namun Afrizal belum mengembalikan.**

 


Berita Terkait

Share:
Komentar Via Facebok :