Sindiran Pemerhati Lingkungan

Pelangi Dilahan Budidaya Geronggang Bengkalis, Solihin: Ini Pertanda Baik?

Pelangi Dilahan Budidaya Geronggang Bengkalis, Solihin: Ini Pertanda Baik?

Kabar Lingkungan - Setiap warna dalam pelangi punya makna tersendiri dan bisa banyak dikaitkan dengan keberuntungan, namun lokasi budidaya Geronggang LSM IPMPL dilingkari pelangi apa artinya?.

Fenomena alam yang biasanya terjadi usai hujan itu muncul dilokasi Budidaya Geronggang, di Bengkalis, Riau, tampilan seperti biasanya yang penuh warna itu dinilai pengelola Geronggang Solihin unik, Aneh bin Ajaib, karena selama ini sebelum munculnya pelangi belum ada yang aneh terhadap tanaman yang dibudidaykannya ini padahal Gubernur Riau dan sejumlah pejabat sudah survei kelokasi.

"Sebelumnya tidak pernah disangkup pelangi, mudah-mudahan setelah ini para pejabat kita sadar kalau tanaman yang saya budidayakan ini untuk rakat Riau secara keseluruhan, karena pohon Geronggang bisa bermanfaat mencegah kebakaran kalau ditanam di lahan gambut," katanya.  

Dimisalkan Solihin, warna merah banyak yang melambangkan kasih sayang, kuning yang melambangkan keceriaan dan semangat. Namun bagi dirinya warna merah merupakan keberuntungan.

"Kalau saya warna merah melambangkan keberuntungan, sebab dengan munculnya warna pelangi ada merahnya saya perkirakan pemerintah akan menanam Geronggang ini, pokonya warga yang tidak mau mencium asap tiap musim kemarau doakan hati pemerintah segera menanam Geronggang yang sudah saya budidayakan ini," katanya.

Sedikit info tentang Geronggang dengan nama latin Cratoxylon arborescens (Vahl.) Blume, pohon ini merupakan jenis tumbuhan yang banyak dijumpai di hutan rawa gambut.

Geronggang tumbuh tersebar atau mengelompok pada belukar dan hutan primer yang tergenang. Meskipun demikian geronggang juga dapat tumbuh pada tanah berpasir ataupun tanah lempung berpasir.

Tumbuhan ini mampu mencapai tinggi hingga lebih dari 40 meter dengan diameter lebih dari 60 sentimeter. Kayunya memiliki sifat cukup kuat, ringan dan mudah dalam pengerjaannya. Cocok menahan air dilahan gambut agar gambut tidak kering dan mudah terbakar.

Dalam dunia ilmiah kayu ini termasuk dalam kelas awet IV, kelas kuat III-IV dengan berat jenis 0,46. Karena sifatnya inilah geronggang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat lokal untuk pembuatan konstruksi ringan, jembatan, kapal, furnitur, flooring, panel, papan partikel.

Selain manfaat kayunya, geronggang juga memiliki manfaat lain yang cukup beragam, diantaranya adalah sebagai antimikroorganisme, antioksidan dan penangkal radikal bebas serta antikanker.

Tidak cukup sampai di situ, geronggang juga memiliki manfaat lainnya yang tidak kalah pentingnya, yakni berguna dalam mengantisipasi kebakaran lahan dan hutan, karena ia merupakan tumbuhan asli rawa gambut dan relatif tahan terhadap genangan air.

Potensi geronggang di Kabupaten Bengkalis pada masa lampau sangatlah melimpah. Namun eksploitasi yang tak terkendali ditambah dengan bencana kebakaran hutan dan lahan yang kerap terjadi membuat keberadaan geronggang di alam mulai hilang.**