LPPM UNRI dan Mahasiswa KUKERTA UNRI 2020 Ikut Serta Berikan Edukasi Covid-19

Admin
Share :
lppm-unri-dan-mahasiswa-kukerta-unri-2020-ikut-serta-berikan-edukasi-covid19

Kabar Pendidikan - Para mahasiswa Universitas Riau diberikan kesempatan untuk berpartisipasi dalam upaya pencegahan penyebaran COVID-19 melalui kegiatan Kukerta (Kuliah Kerja Nyata).

Hal ini selaras dengan kegiatan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Riau dan merupakan bentuk tanggung jawab dari civitas akademika UNRI karena kegiatan ini setara dengan Kukerta (Kuliah Kerja Nyata).

Dimana saat ini, Pandemi COVID-19 yang mewabah di seluruh negeri namun sejak awal tahun mulainya wabah ini ternyata tidak menyurutkan semangat Universitas Riau untuk mendorong mahasiswanya berkarya di masa-masa sulit ini.

ketua tim TCV'17, Pivi Yordani, mengaku relawan yang dibuka untuk para mahasiswa tahun ketiga sebagai pengganti model Kukerta biasa yang seharusnya dijalankan mulai bulan Juni.

Salah satu tim yang mengikuti program Kukerta Relawan COVID-19 adalah tim Tanggap Coronavirus'17 (TCV'17) yang beranggotakan , Asmaul Khusna, dan Pricilia Simarmata yang merupakan tiga orang mahasiswi dari Fakultas Kedokteran Universitas Riau.

Tim ini berada di bawah naungan Fakultas Kedokteran Universitas Riau serta Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Riau. Tim ini dibimbing oleh satu orang dosen instruktur dari Fakultas Kedokteran Universitas Riau yaitu dr.Suyanto, MpH, PhD, dan satu orang dosen pembimbing lapangan (DPL) dari LPPM yaitu Dr. Deviona, SP., MP. 

Katanya Pivi Yordani, tim ini berfokus pada bidang KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi) yang dijalankan melalui sistem daring/online kepada masyarakat umum dengan maksud membantu pencegahan penyebaran COVID-19 seluas-luasnya dengan menggunakan berbagai sarana kreatif yang dapat disebarkan di Internet.

"ini sebagai upaya untuk mendukung program pemerintah yaitu pembatasan sosial/social distancing, maka kami memberikan edukasi kepada masyarakat secara online menggunakan teknologi terkini yang bisa diakses semua orang. Kami membuat beberapa poster mengenai COVID-19 yang dibagikan melalui media sosial dan juga blog khusus TCV'17," kata Pivi Yordani.

"Selain itu, kami juga menciptakan video edukasi yang diunggah ke situs YouTube dan dibagikan juga melalui media sosial lainnya," lanjut Pivi. 

Untuk membuat masyarakat semakin paham mengenai COVID-19 ini kami lalu memberikan edukasi berupa penyampaian materi interaktif dengan  membentuk virtual community di WhatsApp. Adapun sasarannya yaitu sekelompok guru SMP, mahasiswa, siswa-siswi SMA dan beberapa kelompok masyarakat lainnya.

"Ada sekitar 67 orang yang ada didalam grup tersebut, di mana TCV’17 menaruh harapan mereka mampu membagikan informasi yang sudah kami terangkan di grup kepada masyarakat yang lebih luas," ucap Pivi.

Selain melakukan edukasi secara daring, tim tersebut juga berkiprah dalam kegiatan lain yaitu menjaga posko relawan COVID-19 di Fakultas Kedokteran Universitas Riau.

"Di posko ini mereka menerima donasi Alat Pelindung Diri serta membantu mendistribusikan APD ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang membutuhkan alat-alat tersebut,' jelasnya.

Tidak hanya itu lanjut Pivi Yordani, para mahasiswa ini turut serta membantu para dokter yang bekerja di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad sebagai salah satu laboratorium penunjang diagnosis COVID-19 di Provinsi Riau.

"Kami tidak diperbolehkan untuk turun langsung dalam pengujian sampel pasien, namun tugas kami sebagai mahasiswa adalah memasukkan data RNA Extraction, membantu mencatat hasil pemeriksaan sampel, memperbaharui data yang diperoleh pada database Lembaga Penelitian dan Pengembangan Kesehatan serta melakukan crosscheck terhadap data sebelumnya yang sudah ada," ujar salah satu mhasiswa Asmaul, setelah menyelesaikan tugas jaganya di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad.

"Sebagai mahasiswa kedokteran kami tidak mungkin hanya berdiam diri melihat situasi COVID-19 yang sedang terjadi di Indonesia kita ini," katanya.

"Untuk itu kami berusaha sepenuh hati untuk membagikan ilmu yang kami dapatkan demi membantu memutuskan rantai penyebaran COVID-19 melalui edukasi kepada masyarakat," lanjutnya.

Mereka berharap masyarakat bisa mematuhi setiap peraturan yang dibuat oleh pemerintah, tanggap mengenai pengetahuan dan pelaksanaan hal-hal yang dapat menjauhkan dari penularan serta siap untuk membagikan informasi yang benar kepada lingkungan sekitar.

"Ini demi usaha bersama seluruh lapisan masyarakat untuk memutus rantai penyebaran COVID-19 di Indonesia," tambah anggota timlainnya Pricilia.**Rls


Berita Terkait

Share:
Komentar Via Facebok :