Heboh, Rehab Setelah Roboh Masih Pakai Bahan Murah

Jaksa Agung Diminta Desak Bawahannya Usut Kasus Tenda 2 Milyar di Kota Pekanbaru

Redaktur
Share :
jaksa-agung-diminta-desak-bawahannya-usut-kasus-tenda-2-milyar-di-kota-pekanbaru

Kabar Korupsi - Pekerjaan Pembuatan Tenda Membran dengan pagu sebesar Rp 2.136.155.000, dimenangkan melalui tender oleh perusahaan CV Zahid Habib yang sebelumnya dikabarkan roboh saat ini diperbaiki kembali. Sebelumnya tenda ini membuat heboh warga sebab harga mahal namun beberapa saat saja roboh.

Ada yang aneh pada pekerjaan tenda sebagai fasilitas di rumah dinas (rumdis) Walikota Pekanbaru Firdaus MT ini, dimana berdasarkan pengakuan sejumlah pihak nama Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP), Muhammad Jamil yang sebelumnya saat pemasangan tenda sebelum rubuh muncul kembali.

Sebelumnya dia menjabat sebagai Kepala Bagian (Kabag) Umum dan Perlengkapan Pemko Pekanbaru, kini nama tersebut disebut-sebut sebagai saat orang yang melakukan perbaikan.

"Kita memang diperintahkan oleh M Jamil pak kadis itu memperbaiki tenda ini, juga saat pembuatan kita yang kerjakan kok," kata salah seorang pekerja dilokasi itu, Kamis (9/1/20).

Diaku pekerja ini besi tiang yang diperbaiki ini berdasarkan perintah M Jamil memakai besi paling murah alias tertipis yaitu 1,5 mili saja. Sementra berapa biaya rehab ini pekerja mengaku hanya dapat borongan nilainya lepas ongkos.

Walau Tenda mewah seharga Rp 2 Milyar yang jadi fasilitas di rumah dinas (rumdis) Walikota Pekanbaru Firdaus MT dinilai warga Kota Bertuah sarat KKN namun pihak Kejaksaan justru belum terdengar menyeret pelaku dugaan Mark Up ini. 

Padahal seharusnya tenda yang hanya bisa dikerjakan oleh perusahaan spesial pembuat tenda ini seharusmya tender dimenagkan oleh pihak ahli ini, tapi ini malah mereka bekerja disubkan saja.

"Kita minta Kejaksaan M Jamil diseret kemeja hijau, sebab dia terindikasi rehab tenda ini memakai tiang besi termurah," kata Ketua LSM Penjara Indonesia Dwiki Zulkarnain, Jumat (10/1/20). 

Informasi yang diketahui Dwiki dari sejumlah sumber, lelang Pekerjaan Pembuatan Tenda Membran dengan pagu sebesar Rp2.136.155.000, dimenangkan melalui tender oleh perusahaan dari Kabupaten Kampar yakni CV Habib Zahid dengan penawaran Rp2.088.653.000.

Berdasarkan data dari panpages, CV Habib Zahid diketahui beralamat di Jalan Jenderal Sudirman Bangkinang, tergolong sebagai Toko Kelontong alias Grosir dan bukan perusahaan spesialis tenda.

"Mungkin usaha baru atau mungkin juga disub kan ke perusahaan yang spesialis tenda. Artinya, ada perusahaan yang hanya ingin mengambil tender alias ambil untung, namun dalam pekerjaannya di sub kontrakkan ke perusahaan spesialis," katanya.

"Kita Jaksa Agung ST Burhanuddin untuk mendesak Kejati Riau ataupun Kejari Pekanbaru untuk membuka kembali kasus ini, sebab pelakunya terindikasi sama. Dan Pak Jokowi tolong dengar aspirasi warga untuk melakukan evaluasi pada perangkat Pemkot Pekanbaru karena mereka diduga sebagai mafia proyek di Kota Pekanbaru," pungkasnya.

Sementara M Jamil selaku namanya yang disebutkan oleh pekerja ini dikonfirmasi tidak menjawab.**Jho


 

 

Berita Terkait

Share:
Komentar Via Facebok :