Heboh, Gizi Buruk dan Stunting di Padang Pariaman "Membludak"

Admin
Share :
heboh-gizi-buruk-dan-stunting-di-padang-pariaman-membludak

Kabar Kesehatan - Antara gizi buruk Stunting di Padang Pariaman, Sumbar, setelah diberitakan okeline.com menjadi topik yang menarik perhatian banyak pihak dalam beberapa hari belakangan.

Berdasarkan pengakuan Kepala Dinas Kesehatan Padang Pariaman, H.Yutiardy Rivai.Apt penyakit tersebut telah tertangani dengan baik namun ketika Wakil Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur saat turun meninjau korban gizi buruk malah dia terkejut ketika melihat kondisi anak yang sakit tersebut.

Dikonfirmasi Yutiardy Rivai.Apt, terkait masayarakat gizi buruk dan stunting itu malah terkesan mengancam akan menjawab di puluhan media mitra pemerintah.

Bukan itu saja Kepala Dinas marah- marah karena pemberitaan itu tidak konfirmasi dan mengaitkan gizi buruk dengan tahun Pilkada yang akan segera dilaksananakan.

"Sudah kita periksa, itu semua unsur politik jeleng Pilkada," katanya dengan muka merah.

"Jangan kayak beginilah beritanya, kita berteman janganlah buat berita gizi buruk," lanjut dia dikantornya di Parit Malintang, Padang Pariaman beberpa waktu lalu.

Pernyataan Yutiardy Rivai bertolak belakang dengan kenyataan bahkan menurut warga masih banyak yang sakit gizi buruk, tapi anenhnya beliau dapat penghargaan terkait penaganan gizi buruk ini. 

Kadis juga mengancam wartawan akan dicari kepala Puskesmas, "Untung saya larang, tapi sebaiknya kita kordinasi damai saja," katanya.

Kebanyakan orang berpikir bahwa stunting adalah gizi buruk sama padahal kedua hal itu merupakan hal berbeda. 

Dalam Riset Kesehatan Dasar atau Riskesdas 2018, stunting dan gizi buruk atau wasting disebutkan sebagai dua dari empat persoalan gizi yang dihadapi anak Indonesia. Dua lainnya adalah underweight dan obesitas.

Lead Program Manager untuk Stunting Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan, Sekretariat Wakil Presiden RI, Iing Mursalin, stunting merupakan kondisi anak yang gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis atau berlangsung lama. Ini terjadi pada 1.000 hari pertama atau saat anak berada di dalam kandungan hingga berusia dua tahun.

Di usia tersebut, otak anak berkembang hingga 80 persen sehingga mereka membutuhkan nutrisi yang cukup. Apabila nutrisinya kurang, pertumbuhan anak akan mengalami gangguan, baik fisik maupun kognitif. Anak stunting diukur dari perbandingan tinggi badan dengan usia.*


 

 

Berita Terkait

Share:
Komentar Via Facebok :