PPATK Telusuri Jejak Uang Pejabat Diapresiasi, LSM: Mereka Sama?, "Pejabat Kaya Itu Patut Dicurigai"

Admin
Share :
ppatk-telusuri-jejak-uang-pejabat-diapresiasi-lsm-mereka-sama-pejabat-kaya-itu-patut-dicurigai

Kabar Nusantara - Politikus Gerindra Habiburokhman dukung langkah Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menelusuri jejak-jejak transaksi keuangan dari sejumlah kepala daerah di luar negeri.

Bahkan rekening mereka ada yang tercatat di rekening kasino, namun itu menurutnya kurang lengkap pasalnya rekening bos-bos BUMN belum tersentuh.

Temuan soal rekening kasino di luar negeri milik sejumlah kepala daerah disampaikan langsung Kepala PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin. Sayangnya, Badaruddin tidak menjelaskan lebih detail mengenai penelusuran itu.

"Saya dukung saja langkah-langkah PPATK tersebut, tapi tak cukup hanya mereka yang ditelusuri, harus juga dicek transaksi keuangan bos-bos BUMN," kata dia pada wartawan, Sabtu (14/12/19).

Anggota Komisi III DPR RI itu juga menyinggung mantan Dirut Garuda Indonesia Ari Askhara. Dia menduga Ari dan bos-bos BUMN bergaya hidup mewah dengan gaji dari BUMN. "Apakah gaya hidup sesuai dengan pendapatan mereka harus ditelusuri agar tidak jadi fitnah," katanya.

"Kasus Ari Askhara bisa jadi pintu masuk, bagaimana pejabat BUMN bisa membeli barang-barang mahal, apakah sesuai dengan profile mereka. Saya mendapat info yang harus dicek benar atau salah, bahwa sebagian bos BUMN bergaya hidup mewah, padahal mereka ini kan dapat gajinya dari perusahaan milik negara," ujarnya.

Sebelumnya pada  Jumat (13/12/19) PPATK mengungkapkan telah menelusuri transaksi keuangan beberapa kepala daerah yang diduga melakukan penempatan dana yang signifikan dalam bentuk valuta asing dengan nominal setara Rp 50 miliar ke rekening kasino di luar negeri.

Namun sebaliknya banyak kalangan para pejabat di negara ini sering besar ngomong, seharusnya semua ditelusuri mulainya tentu dari DPR, BPK-RI, Menteri, Hakim, Jaksa, Kemanan, BI, bahkan rekening bos PPATK sendiri.

"Mereka saling tunjuk, sementara patut diduga semua pejabat yang hidupnya diluar kewajaran atau kekayaan melimpah patut dicurigai," kata Ketua LSM Penjara Indonesia, Dwiki Zulkarnain.**jho


Berita Terkait

Share:
Komentar Via Facebok :