Seharusnya Tim RSPO Tahu

KLK Bhd Diminta Sementara Blokir CPO Produksi PT Adei Plantation and Industry

Admin
Share :
klk-bhd-diminta-sementara-blokir-cpo-produksi-pt-adei-plantation-and-industry

Kabar Hukum - PT Adei Plantation and Industry (PT API) adalah perusahaan kelapa sawit dari Indonesia belakangan terciduk perusahaan API adalah anak perusahaan dari Kuala Lumpur Kepong Berhad (KLK) Malaysia dengan alamat Ipoh, Perak, Malaysia.

Dari data yang kami himpun sekitar tahun 2003, sebanyak 19.432 hektar lahan PT API di Riau berada di tanah lahan gambut. Menurut pengiat lingkungan perusahaan ini harus menjadi perhatian Tim RSPO karena kebun  sawitnya terindikasi merusak lingkungan di Riau, Khususnya Pelalawan. 

Sebelumnya, menurut juru bicara kepolisian beberapa waktu lalu, ada cukup bukti tentang keterlibatan PT Adei Plantation and Industry diduga untuk penggunaan metode tebang-dan-bakar secara ilegal untuk membuka lahan untuk ditanami sawit. Hal ini dibuktikan 3 orang tersangka dan dihadapkan ke meja hijau.

"Ini salah satu dari sedikit perusahaan, yang pernah berhasil dituntut karena pembakaran terbuka sejauh ini, bahkan 3 para petinggi yang dinyatakan bersalah dan dihukum 1 tahun malah saat ini kabarnya melarikan diri," Kata Aktivis Lingkungan Riau, Freddy S, Jumat (8/11/19).

Pendiri perusahaan ini dikenal dengan nama Tan Sri Dato Lee Loy Seng dengan direktur utama Tan Sri Dato Lee Oi Hian yang dikenal sebagai Konglomerat negara Jiran adalah pemilik Kuala Lumpur Kepong Berhad (KLK).

"Jadi kita minta Kuala Lumpur Kepong Berhad blokir dulu produsi PT Adei Plantation and Industry karena diduga merusak lingkungan di Riau," kata dia.

Saat ini anak perusahaan Kuala Lumpur Kepong Berhad (KLK) di Pelalawan kembali didera kasus dugaan pembakaran lahan, dan prosesnya kabarnya sudah ditangan penyidik.

CPO  PT Adei Plantation and Industry (PT API) ini sekarang dilansir ke Pelabuhan Pelindo I Dumai dan kabarnya diangkut ke Malaysia, tentunya masalah sangsi RSPO tidak berlaku pada KLK Group karena CPO mereka diekpor diduga ke Malaysia saja "tidak ke Eropa".

"Dari Malaysia alahuwalam kemana? produk Indonesia ini di jual," Pungkas Predy.

Perusahaan perkebunan Kuala Lumpur Kepong Bhd (KLK) sebelumnya telah mengkonfirmasi bahwa memang ada kebakaran hutan di salah satu lahan perkebunannya di Riau, Indonesia.

Kebakaran berdampak pada 2,8 hektare di perkebunan seluas 14.400 hektare, yang dikelola oleh anak perusahaannya PT Adei Plantation and Industry di Pelalawan, Riau.

Perusahaan perkebunan juga mengonfirmasi bahwa 4,25 hektare perkebunan, termasuk area isolasi, telah ditutup untuk penyelidikan oleh otoritas Indonesia. Sayang Humas PT Adei Plantation and Industry yang di Pelalawan, dikonfirmasi tidak bisa karena WhatsApp redaksi di blokir.**Jho


 

 

Berita Terkait

Share:
Komentar Via Facebok :