Petani Sawit Swadaya Petapahan Raih Penghargaan di IPOC 2018

Petani Sawit Swadaya Petapahan Raih Penghargaan di IPOC 2018

Kabar Bisnis – Petani yang tergabung dalam Asosiasi Petani Sawit Swadaya Petapahan Maju Bersama meraih penghargaan kategori Produktivitas Kebun KUD/Asosiasi Petani 14th Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) 2018.

Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Presiden. Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo  di Bali International Convention Center, kemarin.

Asosiasi Petapahan Maju Bersama menjadi asosiasi petani dengan produktivitas kebun tertinggi pada kompetisi yang melibatkan KUD dan asosiasi petani sawit dari seluruh Indonesia. 

Dengan umur tanaman 9 hingga 10 tahun dan rotasi panen 3 kali sebulan, kebun asosiasi petani Asosiasi Petapahan Maju Bersama yang seluruhnya menggunakan bibit Topaz sejak tahun 2008 ini mampu mencapai hasil rata-rata 22,16 ton per Hektare per tahun (ton/Ha/tahun) pada masa penilaian Januari-September 2018. Perkiraan produktivitas di akhir tahun mencapai 30 ton/Ha/tahun. 

Ketua Asosiasi Petapahan Maju Bersama H. Suher, menyebutkan penghargaan ini menjadi dukungan bagi seluruh anggota asosiasi untuk semakin meningkatkan produktivitas kebun petani. 

“Keberhasilan ini kami terima karena usaha seluruh anggota yang menerapkan praktik terbaik dalam merawat dan mengelola tanaman, yang kami terima dan pelajari dari program kemitraan bersama perusahaan,” tuturnya.

Suher menjelaskan Asosiasi Petapahan Maju Bersama yang berlokasi di Desa Petapahan, Riau merupakan asosiasi petani sawit swadaya yang telah bermitra dengan Asian Agri sejak tahun 2014 dan beranggotakan 129 Kepala Keluarga (KK) petani yang mengelola 361 hektare (Ha) kebun kelapa sawit.

Selain produktivitas kebun, kondisi kebersihan kebun dan rotasi panen menjadi aspek yang turut dinilai. dalam ajang perlombaan yang diselenggarakan oleh Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Pusat. 

    Baca Juga :

“Melalui penghargaan ini kami juga berharap dapat mengajak rekan-rekan petani lainnya untuk dapat memperoleh keberhasilan yang sama, seperti yang kami dapatkan melalui program kemitraan,” kata Suher. 

Head of Partnership Asian Agri, Pengarapen Gurusinga, mengungkapkan kemitraan bersama petani sudah seharusnya menempatkan kesejahteraan petani sebagai yang utama. 

“Penghargaan yang diterima oleh Asosiasi Petapahan Maju Bersama menjadi salah satu contoh pencapaian positif dalam program kemitraan antara petani dan perusahaan yang selalu berfokus pada peningkatan kesejahteraan petani serta aspek keberlanjutan dalam pengelolaan kelapa sawit,” katanya.

Gurusinga menambahkan,  Asian Agri merupakan salah satu perusahaan swasta nasional terkemuka di Indonesia yang memproduksi minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) sejak tahun 1979. 

Hingga kini Asian Agri mengelola 100.000 hektare kebun kelapa sawit dan mempekerjakan 25.000 orang. 

Sebagai perintis program Pemerintah Indonesia Perkebunan Inti Rakyat Transmigrasi (PIR-Trans), Asian Agri telah bermitra dengan 30.000 petani plasma di Riau dan Jambi yang mengelola 60.000 hektare kebun kelapa sawit, serta membina kemitraan dengan petani swadaya untuk membawa dampak positif terhadap kesejahteraan dan peningkatan ekonomi petani. 

Asian Agri membantu petani mitra untuk meningkatkan produktifitas, hasil panen, kemamputelusuran rantai pasok, sekaligus mendukung mereka memperoleh sertifikasi. Lebih dari 91% perkebunan dan pabrik kelapa sawit Asian Agri telah mendapatkan sertifikat ISPO.** (rilis)