PPDB SMP 3 N Pekanbaru Diduga Curang. Wali; Sejak Sekolah Warga Negara Sudah Dapat Pendidikan Koruptif

PPDB SMP 3 N Pekanbaru Diduga Curang. Wali; Sejak Sekolah Warga Negara Sudah Dapat Pendidikan Koruptif

Pekanbaru - Pada penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tingkat SMP negeri di Kota Pekanbaru, ditemui sejumlah kecurangan di beberapa sekolah, diduga kecurangan alias masuk melalui orang dalam (Orda) dan penipuan zonasi belum diketahui oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Abdul Jamal.

Banyak wali murid yang jujur menilai penerimaan siswa melalui zonasi awal dari pendidikan koruptif dan penipuan terhadap negara.

“Pendidikan koruptif itu secara tidak sengaja telah ditanamkan kepada otak siswa sejak dini misalnya masalah zonasi siswa diajarkan melakukan penipuan lokasi rumah demi mengejar sekolah favorit,” kata salah seorang wali murid H. Junaidi yang merupakan pengurus salah seorang masjid di Kota Pekanbaru, Kamis (16/7/26).

Pendaftaran siswa yang berakhir pada pukul 14.00 WIB, Sabtu (29/6/24), kini malah jadi ajang kekuasaan dan kuat dugaan ada permainan uang dalam penerimaan siswa.

Apalagi belakangan ada kabar ada siswa yang tak lulus dalam PPDB namun sekolah pada sekolah sekolah, “misalnya di SMP Negeri 3 Pekanbaru”.

Diduga untuk mengelabui publik kini situs sistem pendaftaran dalam laman PPDB tingkat SMP negeri di Kota Pekanbaru sudah tutup secara otomatis “sehingga publik tidak bisa melihat siswa yang namanya tiba - tiba muncul padahal nama siswa ini tak ada dalam daftar lulus PPDB”.

“Dalih Dinas sih enteng, tinggal pengolahan data PPDB Tingkat SMP negeri,” kata wali murid lain.

Dari pernyataan Jamal, “banyak dari pendaftar memilih untuk masuk lewat jalur zonasi, jumlah pendaftar dari jalur zonasi hingga saat ini mencapai 8.823 orang. Sedangkan kuota yang tersedia untuk jalur zonasi hanya 6.688 orang”.

“Itu dari total ada 55 sekolah terhubung dalam sistem PPDB tingkat SMP Negeri tahun ini (2026) di Kota Pekanbaru. Empat di antaranya ada SMP swasta, mereka masuk dalam sistem PPDB,” katanya.

Kepala Sekolah SMP 3 negeri Pekanbaru belum bisa dikonfirmasi karena saat wartawan menemui beliau selalu sedang keluar.**