Program Ketahanan Pangan Anak Sakai Terhalang “Kami Lapor Propam Polda Riau”
Kabar Duri - Banyak masyarakat mengapresiasi Presiden Prabowo Subianto, yang terus mendorong ketahanan pangan warga melalui program pertanian seperti pemberdayaan kelompok tani mencakup penyediaan lahan dan dukungan gizi serta pelestarian bertani bahan pokok untuk pangan di negara ini.
Namun sungguh menyedihkan ketahan pangan bagi anak cucu Sakai Duri tak tersentuh karena lokasi kebun yang akan dijadikan sebagai lokasi ketahanan pangan bagi anak Suku Sakai di Desa Harapan Baru, Kecamatan Mandau, Kab Bengkalis kini batal total, hal ini terjadi saat pembuatan lokasi ketahanan pangan ini diduga terhalang dari cara penegakan hukum oleh oknum Tipidter Polres Bengkalis.
“Saat pembentukan lahan ketahanan pangan bagi anak suku sakai pada tiga bulan lalu, alat berat kami di tahanan tanpa ada surat penahanan dan tidak diketahui apa kasus yang dituduhkan kepada anak cucu Sakai,” kata anak Sakai Fahmi, Selasa (23/6/26).
“Program ketahanan pangan pemerintah oleh anak cucu sakai di Duri, saat ini malah tertunda karena ulah oknum tertentu ini,’ katanya menambahkan.
Bukan itu saja kata Fahmi, selain alat berat ditahan tanpa proses hukum ya jelas, “alat berat yang dibawa oleh tim penyidik Tipidter Polres Bengkalis juga hilang sampai saat ini”.
Ketika ditanya ke penyidik melalui Kanit Tipidter Polres Bengkalis, Ipda Fachri Muhammad Mursyid, S.Tr.K., keberadan alat berat tersebut tidak menjawab, “namun sejak tiga bulan lalu dia (Ipda Fachri Muhammad Mursyid, S.Tr.K) meminta surat pinjam pakai alat untuk melancarkan lahan program ketahanan pangan tersebut.
“Ipda Fachri Muhammad Mursyid, sebelumnya menyuruh kami membuat surat pinjam pakai, namun sampai saat ini surat kami tidak direspon dan keberadaan alat itu juga hilang entah kemana,” kata Fahmi, yang menyebut alat itu dirampas pada malam hari tanpa surat penyitaan.
“Kami dari anak suku Sakai yang tertinggalkan oleh dunia ini mendesak Kapolda Riau melakukan penyelidikan oknum anggota Tipidter Polres Bengkalis yang terlibat. Kasus ini sudah kami laporkan kepada Propam Polda Riau,” katanya.
“Sudah tiga bulan kasus perampasan alat kami tanpa surat penahanan/ penyitaan, apa kasus yang dituduhkan kepada kami saat ini juga kami belum tahu,” ulas Fahmi.
Sebelumnya diberitakan “Alat Berat Ditahan Tanpa Surat Penyitaan Dari Cucu Suku Sakai Menghilang Di Tangan Polisi, Lapor Bid Propam Polda Riau”
Kasus satu unit alat berat jenis eskavator disewa anak cucu warga Sakai Bathin Sobanga Di Desa Harapan Baru Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, beberapa bulan lalu tak kunjung selesai di Polres Bengkalis.
Kasus laporan perampasan tanpa legalitas oleh penyidik Tipidter Polres Bengkalis, korban anak cucu Sakai Duri itu sampai saat ini masih ditangani oleh Propam Polda Riau.
Dikonfirmasi Kanit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polres Bengkalis, Ipda Fachri Muhammad Mursyid, S.Tr.K.,, walau merespon namun sampai berita ini dirilis belum menjawab.**







