Wawako Batam Plin Plan, Datok Badrun: Keadilan Bagi Anak Melayu Terabaikan

Wawako Batam Plin Plan, Datok Badrun: Keadilan Bagi Anak Melayu Terabaikan

Kabar Batam - Viralnya sebuah video Wakil Walikota Batam Li Claudia berbau sara, dimana berita tersebut menegur dua pemuda yang diduga tidak memiliki KTP Batam sedang bekerja menambang pasir ilegal di salah satu daerah di Batam menuai kritik dari berbagai kalangan.

Dalam berita tersebut Li Claudia menegur dua pemuda yang berasal dari NTT tersebut ditegur dengan bahasa yang tidak pantas, "saya sedang merapikan KTP juga , kalau bukan orang Batam datang kesini ngak kerja nyolong-nyolong saja suruh pulang aja ke daerahnya,” demikian dalam berita tersebut Li Claudia menegur pekerja tersebut.

Kritikan dan kecaman kepada seorang pemuda asal NTT tersebut bernama Oktavianus Alo alias Alex, terdengar dimarahi Li Claudia kemudian mendapat kecaman dari pemuda NTT, namun belakangan setelah mendapat kritikan dan protes namun ternyata dia (Oktavianus Alo alias Alex) diangkat menjadi petugas pengamanan Di Lingkungan Direktorat Pengamanan (Ditpam) BP Batam, padahal Li Claudia adalah Wakil Kepala BP Batam.

Ungkapan Wakil Walikota tersebut menjadi polemik dan  mendapatkan kecaman dan kritikan dari berbagai tokoh masyarakat dan lembaga adat di lainnya di Batam. 

Sebagai anak Melayu dan Tokoh Bangsa Melayu Kepri , Datok Badrun tidak menerima apa yang disampaikan oleh wakil walikota Batam Li Claudia terhadap pengangkatan orang yang sudah bersalah diangkat dan bekerja di BP Batam tempat strategis di bangsa Melayu.

 "Kalau sekedar untuk dimaafkan kedua pemuda tersebut boleh-boleh saja, bukan berarti harus serta merta mereka di Carikan pekerjaan langsung apalagi bekerja di BP Batam, ini kan sama dengan penghinaan terhadap anak dan pemuda melayu di Batam, yang selama ini dibuat seperti mengemis melamar pekerjaan di BP Batam tidak diterima. Ini namanya tidak ada keadilan," kata Badrun  melalui via telepon, Minggu (10/05/26).

Banyak kalangan tokoh masyarakat beranggapan bahwa apa yang dilakukan wakil walikota Batam Li Claudia mempekerjakan Pemuda Asal NTT tersebut diduga karena banyak nya kecaman dan kritikan kepadanya. 

"Kita tahu banyak kritikan dan kecaman kepada  Li Claudia terhadap video viral tersebut  bukan berarti solusi nya dicarikan pekerjaan dengan begitu mudahnya, sementara anak dan pemuda Melayu  banyak yang pengangguran, ini tidak ada rasa  keadilan dan ini pemimpin daerah sudah melecehkan Melayu dan Marwah Melayu,’ terangnya. 

Menyikapi hal tersebut Datok Badrun akan melakukan audiensi dengan pihak BP. Batam yang ingin mempertanyakan kan hal tersebut diatas meminta keadilan untuk anak dan pemuda Melayu yang ada di Batam.

"Hari ini saya akan layangkan surat audiensi kepada BP Batam  untuk bisa beraudiensi berjuang untuk anak dan kemudahan Melayu yang ada di Batam,” pungkasnya.

Pihak BP Batam sendiri sampai berita ini diterbitkan belum memberikan jawaban kepada media ini.**