Usai Boimin Beli Lahan Konservasi Ratusan Pohon Bibit Penghijauan Mati, Mandala Foundation ; PT PSPI Diminta Polisikan Boimin Cs

Usai Boimin Beli Lahan Konservasi Ratusan Pohon Bibit Penghijauan Mati, Mandala Foundation ; PT PSPI Diminta Polisikan Boimin Cs

Kabar Kampar - Beberapa minggu lalu Ma’ruf Sugianto Cs (Mandala Ma’ruf) dihambat di Pos Security  PT Perawang Sukses Perkasa Industri (PSPI) aktivitas di lokasi itu berjalan sesuai program. Namun setelah Boimin Cs membeli sawit di lahan tersebut ratusan batang bibit sawit tak terurus lagi. 

Akibatnya bibit ibi mati, sementara Boimin melarang warga melakukan penghijauan di lokasi PSPI tersebut.

Dari hasil investigasi media ke lokasi bibit pohon jengkol mati karena tidak disiram, pekerja di lokasi bibit tersebut menyebut, “bagaimana kami bisa menyiram bibit sebab sanyo air tak bisa hidup karena tak ada BBM, padahal uang ada dari hasil panen sawit dari Boimin tak pernah turun untuk operasional,” kata pekerja itu.

Program yang digagas Yayasan Sahabat Alam Raya (Sahara) dan dilanjutkan oleh Yayasan Mandala Dwipa Shakti (Mandala Foundation) kini dikuasai Boimin Cs untuk perkaya diri.

Boimin sendiri adalah salah satu orang kaya Batu Gajah yang saat ini berdasarkan laporan warga setempat, “Boimin itu memang suka lahan sawit di pinggir sungai, sepengetahuan kami mungkin ada sekira 80 hektar sawit Boimin di sepanjang sungai”. “Sekarang sekira 18 hektar lahan konservasi yang dihijaukan oleh Mandala Foundation di Batu Gajah juga sudah dikuasai Boimin”.

Sebelumnya kasus yang sama dalam kawasan konservasi PT PSPI, Boimin sudah pernah diperiksa Polda Riau atas laporan perusahaan akasia ini, Boimin membuat surat dalam kawasan bersama Kepala Desa Junaid, karenanya Mandala Foundation meminta Kepada Manajemen PT PSPI untuk melaporkan ke Polda Riau, sebab kasus sebelumnya membeli sawit dalam kawasan belum tuntas di Polda Riau.

Mar'ruf Sugiyanto dikonfirmasi seperti membenarkan, "silahkan saja tapi kamu kan takut sama Datuk Suhaili", sementara Boimin belum berhasil dikonfirmasi namun dari pengakuannya kepada warga membenarkan membeli lahan konservasi itu. Pihak PSPI sendiri Sabtu (28/2/26) menyebut nama Boimin sudah sampai di Polda Riau.**