Jual Lahan Penghijauan Mempermalukan Nama Mandala Foundation, Maruf Sugiyanto Terancam Dipecat
Riau - Lahan konservasi di atas izin PT Perawang Sukses Perkasa Industri (PSPI) di Desa Batu, Gajah, Kecamatan Tapung, Kampar, Riau, yang dihijaukan kembali oleh pegiat lingkungan, kini terancam oleh oknum segelintir Mandala Foundation. Kini oknum tersebut terancam didepak dari organisasi.
Lahan konservasi yang akan dihijaukan itu diperjualbelikan oleh oknum Yayasan Mandala bernama Ma'ruf Sugiyanto sejak bulan Agustus 2025 lalu kepada orang kaya Batu Gajah.
Hal ini tentu sangat mengecewakan tim Yayasan Sahabat Alam Raya (Sahara) sebagai penggagas penghijauan dalam lahan konservasi di atas izin PT PSPI tersebut.
“Kita akan adakan rapat mendadak dalam waktu dekat, oknum terlibat saya rasa harus cepat dikeluarkan dari Mandala Foundation,” kata Sekretarisnya, Jumat (6/2/26).
Tim ini terdiri dari beberapa aktivis lingkungan dan pecinta alam di Riau, tujuan para penggagas ini adalah menyelamatkan lahan konservasi yang sebelumnya sudah digagas ninik mamak Batu Gajah, bernama Suhaili Datuk Mudo Bandaro.
Awalnya lahan ini gundul hutan ditanam sawit itu bersamadengan PTPN Batu Langka untuk ditanami sawit.
Diketahui seluas 500 hektar lahan konservasi dan Daerah Aliran Sungai (DAS) berada dalam izin Perawang Sukses Perkasa Industri (PSPI) di Desa Batu, Gajah, Kecamatan Tapung, Kampar, Riau digarap oleh segelintir orang. Saat ini Satgas PKH sudah memasang plang di lokasi tersebut.
“Dalam plang itu jelas tertulis ‘Dilarang memperjual belikan lahan seluas 13000 hektar dalam izin PT PSPI, namun Ma’ruf Sugianto memang bandel. Mereka buta mata karena uang,” kata Sekretaris ini.
Warga Batu Gajah saat ini malah cap penjual itu sebagai “mafia lahan” yang bernama Ma'ruf Sugiyanto.
Datuk Suhaili sendiri adalah ninik mamak pencita lingkungan.
Awalnya kalau diamati tim “Jurnalis Metro Group” dia (Ma’aruf Sugiyanto) bermaksud baik ingin menghijaukan lahan Cakruk Batu Gajah itu. Siapa sangka ada niat tersembunyi dibalik program penghijauan itu.
Sebelumnya kegiatan Yayasan Sahara yang dibantu oleh Mandala Foundation dalam lahan konservasi di atas izin PT Perawang Sukses Perkasa Industri (PSPI) di Desa Batu, Gajah, Kecamatan Tapung, Kampar, Riau. (Bukti semua surat ke Pemerintahan atas nama Yayasan Sahara).
Para pegiat lingkungan yang tergabung dalam Yayasan Sahara mendapat mandat dari seorang tokoh adat dengan Kop Surat Koperasi Petani Putra Lingga Bayur Batu Gajah (Kopni - PLBBG).
Suhali Datuk Mudo sendiri meminta masyarakat bersama menghijaukan lahan Cakruk Batu Gajah). Ma'ruf Sugiyanto juga membisu ketika dikonfirmasi.**







