Begini Proses Bongkar Muat Di Tengah Jalur Pelayaran Sibuk

Begini Proses Bongkar Muat Di Tengah Jalur Pelayaran Sibuk

Kabar Meranti - Sungguh sangat disayangkan jalur tersibuk di kepulauan Meranti, Riau, terjadi bongkar muat ratusan ton tepung Sagu secara ilegal. Jalur tersibuk dengan nama Sungai Air Hitam yang berada di depan Kota Selatpanjang itu diduga dijadikan ajang pungli oleh oknum. 

Ketua HMI Kepulauan Meranti, Mohd Ilham, mengatakan dugaan pungli itu diduga dilegalkan oleh oknum Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Selatpanjang.

“Kami mengkhawatirkan terjadi kecelakaan di tengah jalur pelayaran umum tersibuk di Meranti ini, beberapa kali diperingatkan namun dugaan pungli ini sepertinya tak kunjung berhenti, buktinya di pelabuhan resmi Meranti tidak pernah terjadi bongkar muat tepung Sagu. Semua bongkar tepung Sagu itu sampai saat ini masih dilaksanakan ditengah jalur pelayaran itu,” kata Mohd Ilham, Kamis (22/1/26). 

Lanjut Mohd Ilham, “keselamatan pelayaran bersifat wajib dan tidak dapat dinegosiasikan. Keterbatasan fasilitas (pelabuhan resmi) bukan alasan untuk melakukan pembenaran terhadap kegiatan bongkar muat di alur pelayaran”.

“Kegiatan bongkar muat yang terjadi di Kepulauan Meranti bukan dalam keadaan darurat sehingga tidak ada dasar diskresi untuk membiarkan bongkar Sagu itu,” katanya.

Karena kegiatan diduga ilegal itu terus dibiarkan, Mohd Ilham meminta Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) atau Kementerian Perhubungan, menonaktifkan Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) pelabuhan Selatpanjang untuk di nonjobkan.

“Apalagi kami dengar uang hasil pungli ini mengalir ke sejumlah oknum di instansi dan oknum lainya?,” pungkas Mohd Ilham.

Kepala Kantor (Kakan) Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Selatpanjang, Capt. Derita Adi Prasetyo dikonfirmasi, Kamis (22/1/26) sore, tetap bungkam.**