Praktik Monopoli Terindikasi Masih Jalan Di Inhu "Diduga Ini Modus Miskinkan Pemilik DO Baru Oleh PT KAS dan Hotli CS"

Praktik Monopoli Terindikasi Masih Jalan Di Inhu "Diduga Ini Modus Miskinkan Pemilik DO Baru Oleh PT KAS dan Hotli CS"

Kabar Inhu - Praktik monopoli ala Hotli Sirait dalam pembelian Tandan Buah Segar (TBS) sepertinya mendapat dukungan penuh oleh PT KAS (Kharisma Agro Sejahtera) hal ini terbukti setelah selama tiga hari lamanya salah seorang pengusaha tengkulak disana mengaku TBS yang diantaranya ditolak untuk diterima oleh PKS perusahaan itu. 

"Selama tiga hari lamanya TBS yang saya antar ditolak oleh PKS PT KAS untuk dikelola jika buah yang saya antar tidak masuk melalui DO milik Among dan Hotli makan buah tidak dapat diterima," ujar Tarmizi salah seorang tengkulak sawit disana. 

"Tarmizi menduga praktik kotor ini masih terus dilakukan oleh PKS PT KAS guna mematikan pelaku usaha yang lainnya," ungkapnya. 

Menurutnya Tarmizi, seyogyanya kepada siapa para tengkulak mengantar TBS dan tentang melalui perusahaan mana saja seharusnya itu bukanlah urusan PKS. 

"Pertanyaannya jika saya masuk melalui DO yang baru, sebut saja PT KKJ, (Koi-Koi Jaya) lantas apa yang salah dan dimana salahnya, mengapa justru PKS yang sewot, apa urusan PKS disini, atau sebaliknya justru ini adalah upaya atau trik kotor PKS dalam mendukung praktik monopoli yang selama ini terjadi di kampung kami," tanya Hotli.

Sialnya akibat insiden ini, dirinya dipaksa keadaan untuk pasrah membuang TBS miliknya masuk melalui DO milik Among dan Hotli karena jika harus kembali pengantar TBS ke PKS lainnya tentu dirinya hanya akan mengantongi kerugian finansial yang dalam. 

"Bayangkan kami sejak 14 hingga 16 Januari lalu terus diperlakukan seperti ini, praktik kotor yang merugikan kami ditekan kami selalu tengkulak," ujarnya. 

Ditempat terpisah, Rudy Purba salah seorang karyawan PT KKJ perusahaan yang baru saja melakukan kontrak bersama PT KAS menyebutkan ini praktik kotor yang terus merugikan kami. 

"Hasil investigasi kami, selain kami tidak mendapatkan harga yang maksimal dibandingkan dengan sebelah, TBS yang diantar juga ditolak, anehnya TBS yang ditolak tadi dipaksa masuk melalui DO milik Among dan Hotli, hal ini setelah saya konfirmasi kepada sopir yang mengantar ke pabrik," ujarnya. 

Sebagai informasi sebelumnya CV Sawit Alam Permai (SAP) diketahui milik Among dan Hotli pengusaha asal Rengat, diketahui sebagai satu-satunya supplier tinggal di PT KAS, namun belakangan muncul pemain baru yakni PT KKJ yang menjadi harapan masyarakat agar TBS disana dapat bersaing untuk keberlangsungan petani. 

Hingga terbit berita ini wartawan masih berupaya melakukan konfirmasi ulang baik kepada pihak PT KAS hingga CV SAP agar mendapatkan informasi namun belum ada kejelasan.**