Panti Asuhan Letycia Hosana Indonesia Berikan Pelayanan Kepada Anak Anak Dengan Sepenuh Hati
Photo : Panti Asuhan Letycia Hosana Indonesia yang beralamat di Jalan Sempurna Kota Medan
Kabar Medan - Tujuan panti asuhan menurut Departemen Sosial Republik Indonesia adalah memberikan pelayanan, bimbingan, dan keterampilan kepada anak asuh agar mereka menjadi individu yang berkualitas dan mampu hidup mandiri serta bertanggung jawab terhadap diri sendiri, keluarga, dan masyarakat.
Panti asuhan juga berfungsi sebagai pusat pelayanan kesejahteraan sosial anak, pemulihan, perlindungan, pengembangan, dan pencegahan masalah sosial.
Baca Juga :
Panti Asuhan Letycia Hosana Indonesia yang beralamat di Jalan Sempurna Kota Medan selalu membuat kegiatan melayani anak anak yang berada di Panti Asuhannya.
Tehe Janolo Halowa bendahara Panti Asuhan Letycia Hosana Indonesia mengatakan bahwa kami selalu memberikan pelayanan kepada anak anak panti dengan berbagai program.
Baca Juga :
"Kami menjalankan Panti Asuhan Letycia Hosana Indonesia dengan penuh pelayanan, baik dari beribadah dan mengajak anak anak ke kolam renang," ungkapnya Kamis (14/8/2025)
Lanjut Tehe Janolo Halowa mengatakan bahwa dirinya membantah adanya pemberitaan yang menyatakan dirinya melakukan penganiayaan kepada anak panti apalagi dengan sadis dan kejam.
"Saya terkejut, kami di beritakan melakukan penganiayaan terhadap anak panti kami dan bahkan di laporkan ke Polrestabes Medan," katanya.
Tehe Janolo Halowa juga mengatakan bahwa memang benar Matius Eliyus Giawa menitipkan anaknya yang bernama Aferdin Giawa (10) ke Panti Asuhan Letycia Hosana Indonesia sejak, bulan November Tahun 2023 dan dirinya menerima dengan baik.
Namun berdasarkan amatan Tehe Janolo Halowa selama di Panti Asuhan Aferdin Giawa (10) tidak mau mengikuti peraturan Panti sehingga kami sering memberikan arahan agar Aferdin Giawa bisa melaksanakan peraturan Panti.
Namun tanpa sepengetahuan panti Aferdin Giawa meninggalkan Panti tanpa seizin pengurus panti pada hari Minggu, 3 Agustus 2025, pukul 10.30 Wib.
Setelah mengetahui Aferdin Giawa meninggalkan Panti tanpa izin, pengurus mempertanyakan keberadaan kepada teman temannya di panti dan mendapat jawaban bahwa Aferdin Giawa pergi ke kolam renang.
Setelah mendapat jawaban dari teman teman Aferdin Giawa, pengurus mengecek ke Kolam Renang Bahagia, namun pengurus tidak menemukan Aferdin Giawadi kolam renang tersebut.
Kemudian karena Aferdin Giawatidak ada di Kolam renang, pengurus menuju ke loket BTN yang berada di jalan Djamin Ginting namun pengurus juga tidak bertemu dengan Aferdin Giawa.
Kemudian pengurus menelpon dan mengirim pesan WA orang tua Aferdin Giawa namun tidak aktif dan tidak balas.
Kemudian pengurus menelepon Nomor WA Bapak Tua Aferdin Giawa kemudian di jawab oleh Bapak Tua Aferdin Giawa belum berada di rumah Bukit Makmur Tanah Karo.
Kemudian Pengurus berpesan kepada Bapak Tua Aferdin Giawa agar menghubungi pengurus apabila Aferdin Giawasudah sampai dirumah Bukit Makmur Tanah Karo.
Kemudian di sore harinya bapak tua menghubungi pengurus melalui WA menyatakan bahwa Aferdin Giawa sudah berada dirumah Bukit Makmur Tanah Karo dengan selamat dan sehat waalfiat.
Kemudian pada saat itu juga pengurus akan berkunjung ke rumah Bukit Makmur Tanah Karo untuk bertemu dengan orang tua dan Bapak Tua Aferdin Giawa.
Kemudian pada hari Senin (4/8/2025) pengurus bertemu dengan Bapak Tua Aferdin Giawa di Kabanjahe namun sampainya disana pengurus hanya bertemu dengan Bapak Tua, mempertanyakan keadaan Aferdin Giawa dan pada saat itu Bapak Tua Aferdin Giawa bahwa Aferdin Giawa sudah berada dirumah Bukit Makmur Tanah Karo dalam keadaan sehat waalfiat dan sudah di jemput oleh orang tua Aferdin Giawa.
Karena tidak bertemu orang tua Aferdin Giawa pemgurus mencoba menghubungi namun Nomor WA orang tua Aferdin Giawa tidak aktif.
Kemudian pada malam harinya sekitar pukul 21.00 Wib pengurus panti menghubungi kembali orang tua Aferdin Giawa kemudian menjawab bahwa anaknya Aferdin Giawasudah di jemputnya.
Kemudian orang tua Aferdin Giawa menyampaikan kepada pengurus panti bahwa Aferdin Giawa akan di hantar ke panti pada hari Jum'at tanggal 8 Agustus 2025.
Namun pada hari Jum'at tanggal 8 Agustus 2025, pengurus tidak melihat orang tua Aferdin Giawa mengantar anaknya.
Kemudian pengurus kembali menelepon orang tua Aferdin Giawa mempertanyakan melalui WA kenapa anaknya tidak diantar namun orang tua Aferdin Giawa tidak menjawab.
Pengurus selalu menghubungi orang tua Aferdin Giawa sampai hari Minggu namun belum juga mendapat jawaban.
Namun pada hari Selasa tanggal 12 Agustus orang tua, bapak tua Aferdin Giawa menjemput ketiga anaknya yang juga di titip di panti yang bernama Aferlin Giawa, Asniarwati Giawa, Aspendi Giawa.
Namun pengurus panti terkejut mendapat informasi dari Groub WA pada hari Rabu, tanggal (13/8/2025) yang menyatakan ada pemberitaan di salah satu media online bahwa di laporkan oleh orang tua Aferdin Giawa di Polrestabes Medan.**







