Dua Dekade Pengawasan Etik, Penghubung KY Wilayah Sumatera Utara Gelar Diskusi Publik
Photo : Dua Dekade Pengawasan Etik, Penghubung KY Wilayah Sumatera Gelar Diskusi Publik
Kabar Medan - DI tengah hiruk pikuk pembangunan Stadion Teladan yang tak kunjung rampung, ada kegiatan diskusi publik yang di gelar di Aula Stadion Cafe Teladan pada Kamis pagi (7/8/2025), satu pertanyaan bergema lebih keras dari suara pembicara mana pun: Siapa yang menjaga para penjaga hukum kita?
Selama dua dekade, Komisi Yudisial (KY) berdiri sebagai salah satu benteng terakhir bagi integritas peradilan di Indonesia. Namun, di luar sorotan media nasional, terdapat sosok-sosok tak dikenal yang setiap hari mempertaruhkan kredibilitas dan idealisme mereka demi tegaknya etika kehakiman. Mereka adalah para penghubung KY di daerah wajah lokal dari lembaga yang menjaga martabat para hakim.
Baca Juga :
Acara edukasi publik bertema "Peran Penghubung KY: Dua Dekade Menjaga dan Menegakkan Integritas" yang digelar 7 Agustus 2025 di Medan, bukan sekadar perayaan usia. Ia berubah menjadi panggung pengakuan, bahwa selama ini, para penghubung menjalankan tugas besar dengan status kecil tanpa perlindungan kelembagaan, tanpa kepastian hukum, tanpa pengakuan struktural.
Edukasi publik semacam ini, meskipun sederhana, memperlihatkan satu hal yakni bahwa kerja pengawasan etika hakim bukan semata urusan lembaga tinggi di Jakarta. Ia juga hidup dan dipertaruhkan di kantor-kantor kecil penghubung di berbagai kota, dari Denpasar hingga Pontianak.
Masalahnya, seperti banyak hal dalam reformasi hukum Indonesia, komitmen tidak selalu diiringi struktur. Loyalitas para penghubung bukan kepada kekuasaan, tapi kepada konstitusi moral yang mereka yakini. Namun, selama status mereka tetap “di luar sistem,” integritas hukum kita akan selalu dibangun di atas fondasi rapuh.
Dan dalam lanskap hukum Indonesia yang terus berubah, pertanyaan paling penting tetap menggantung di udara Bali yang panas dan lembab itu yakni apakah negara akan berani mengakui mereka yang selama ini menjaga etika dari balik bayang-bayang. Jawabannya, menunggu aksi pemerintah pusat.
Tampak hadir dalam diskusi publik tersebut
Muhrizal Syahputra Kordinator PKY Wilayah Sumatera Utara
Irfan Fadila Mavi Praktisi Hukum
Adinda Zahra Kontras Sumut
Ivan Saputra Dir YLBHI LBH Medan
Irfan Fadila Mawi LawFirm.
Peserta NGO dan Mahasiswa di Sumut berjumlah 34 peserta.**







