Di Kuansing, Ditemukan Pembangunan Pabrik Tanpa Izin Gunakan BBM Bersubsidi
Ditemukan Pembangunan Pabrik Diduga Tapa Izin Hingga Pemakaian BbM Solar Subsidi.
KUANSING - Tahap pembambunan pabrik kelapa sawit (PKS) di desa Pesikaian Kecamatan Cerenti kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) Riau menjadi sorotan publik.
Hal ini disampaikan tim investihayor Aliansi Indonesia yang dipimpin RudiWalker Purba kepada awak media mengatakan saat kunjungi lokasi pembangunan pabrik kelapa sawit yang diduga milik Tedi warga kecamatan Cerenti belum melengkapi legalitas.
Baca Juga :
Kondisi ini diperparah pasokan BBM Solar untuk kebutuhan kerja dilokasi pabrik diduga menggunakan Bio Solar Subsidi dari SPBU.
Bahkan di lokasi pabrik tersebut tidak ditemukan plang atau papan nama perusahaan ini, hal ini tentu menjadi tanda tanya besar tentang keterbukaan informasi publik.
Penasaran dengan hal ini tim dari lembaga Aliansi Indonesia langsung mengelilingi seputar pembangunan PKS namun tidak bertemu penanggung jawab proyek melainkan hanya karyawan biasa dan karyawan tersebut mengaku tidak tahu menahu tentang perusahaan ini karena masih baru bekerja di sini, ujar karyawan tersebut
Merasa penasaran tim lembaga aliansi Garuda Indonesia coba mengitari lokasi pabrik tersebut dan menemukan beberapa alat berat seperti ekskavator sedang bekerja menggali tanah di sekitar pabrik tersebut.
Merasa aneh dan banyak kejanggalan, Rudi mengatakan, "ini aneh dan penuh kejanggalan karena kami tidak menemukan adanya tangki BBM industri sebagaimana layaknya perusahaan, jika alat berat sebanyak ini bekerja setiap hari dari mana minyaknya apakah alat ini tidak menggunakan minyak" ujar Rudi
Mendapati hal ini, Tim aliansi Garuda Indonesia coba menghubungi Teddy yang diduga sebagai pemilik pabrik tersebut melalui pesan WhatsApp Namun sampai berita ini diturunkan tidak ada jawaban padahal terlihat pada WhatsApp tersebut sudah contreng dua.
Lebih lanjut, Rudi mengatakan dengan tegas dan meminta agar Kejari Kuansing dapat mengusut keberadaan pabrik kelapa sawit ini.
"Kita berharap agar Kejari Kuansing dan pihak terkait seperti Dinas perijinan dan industri perkebunan dapat mengusut tuntas keberadaan pabrik ini karena disinyalir pabrik ini penuh kejanggalan terutama penggunaan BBM nya, karena menggunakan alat berat sebanyak ini tentu akan menghabiskan BBM yang seharusnya untuk masyarakat namun dipakai untuk memperkaya diri oleh perusahaan ini, karena diduga puluhan ton Perbulan minyak jenis solar bersubsidi digunakan oleh perusahaan ini" tutup Rudi. (rilis)







