Sering Jadi Tempat Maksiat, Wisma Ini Resahkan Warga Pematangreba
Meresahkan, Salah Satu Wisma di Pematangreba Diduga Kerap Jadi Sarang Maksiat.
INHU - Masyarakat setempat mengaku resah. Pasalnya Wisma disekitar kampung mereka itu diduga kerap jadi tempat maksiat.
Wisma itu, katanya, kerap dipakai pelanggan yang bukan suami istri tapi menginap satu kamar, pada saat malam Minggu atau Sabtu malam. " Sudah tiga kali kami grebek yang bukan pasangan suami istri tapi tidur satu kamar," sesal perangkat lingkungan setenpat, enggan ditulis nama.
Baca Juga :
Belakangan, katanya, Masyarakat setempat bersama pemilik Wisma sudah sepakat untuk buat perjanjian tidak melayani tamu yang bukan muhrimnya.
Tapi sayang, hingga saat ini pemilik Wisma tak kunjung datang untuk buat perjanjian. Kami berharap Wisma ini harus sering dirazia, khusunya jika pada saat liburan," pesan warga.
Recepsionis Wisma inisial YS membenarkan pernah Wisma tempat kerja dideno Masyarakat setempat karena memberi kamar tidur kepada pasangan yang bukan muhrimnya.
"Waktu itu kejadiannya pertengahan April kemarin sekira pukul 21.00 wib, datang rombongan sekitar 7 orang ke wisma dan langsung menuju kamar lalu melabrak laki-laki yang diduga suaminya,'' ujar YS belum lama ini.
Lebih dalam YS menjelaskan, awalnya yang melakukan pemesanan kamar adalah perempuan yang diduga wanita idaman sipria hidung belang lalu tidak berapa lama datang laki-laki dengan menanyakan letak kamar nomor 96 yang susah dihuni si wanita yang bukan istri sipria hidung belang
"Pada saat memesan kamar, si perempuan juga menunjukan foto surat nikah sirihnya melalui HP, jadi tentu kita terima reservasi nya pak," sambung YS.
Baca Juga :
Dari kejadian tersebut, pihak Wisma berjanji akan lebih hati-hati lagi dalam menerima tamu dengan memperhatikan betul identitasnya.
"Kedepan kami akan lebih perhatikan lagi soal Identitas tamu baik laki-laki maupun perempuan, dan untuk yang berpasangan akan kami minta bukti pernikahan sah nya, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan lagi.'' pungkasnya.
Pemilik Wisma inisial T hingga berita ini diturunkan belum dapat dikonfirmasi karena reseption enggan memberi nomor kontak pemilik.






