Terkait Dugaan Skandal BU Nst, Aktifis Perempuan Minta Universitas Al Washliyah Bentuk Satgas Tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual Sesuai Dengan Permendiknas 30/2021
Photo : Rektor Universitas Al-washliyah (UNIVA) Labuhanbatu, Dr Basyarul Ulya Nasution SH
Kabar Medan - Dunia pendidikan Sumatera Utara dihebohkan dengan dugaan skandal yang melibatkan Rektor Universitas Al Washliyah (UNIVA) Labuhanbatu, Basyarul Ulya Nasution. Ia diduga kuat check-in di sebuah hotel di Medan bersama tiga orang mahasiswinya, Sabtu (31/5/2025).
Sejumlah pihak mulai angkat suara memberikan tanggapan atas dugaan skandal Rektor Basyarul Ulya Nasution tersebut.
Baca Juga :
Meuthia Fadila Akademisi yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Sumatera Utara mengatakan bahwa saat ini, setiap Universitas Negeri dan Swasta seharusnya sudah membentuk Satgas tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual sesuai dg Permendiknas 30/2021, dan dengan diberlakukannya UU12/22 tentunya pelaku harus dihukum.
"Yang bertindak adalah di duga pimpinan PT tersebut. Jika ada dugaan dilakukan oleh pimpinan, maka pihak Yayasanlah yang menyelidiki terlebih dahulu. Atau korban dapat melaporkan dan Sudah ada permendiknas no 30/2021 dan UU 12/22 untuk hukuman bagi pelaku," pungkasnya, Minggu (8/6/2024).
Rektor Universitas Al-washliyah (UNIVA) Labuhanbatu, Dr Basyarul Ulya Nasution SH dalam klarifikasinya
https://medanbisnisdaily.com/m/news/online/read/2025/06/03/190204/rektor_univa_labuhanbatu_dr_basyarul_ulya_nasution_diserang_isu_skandal_dengan_3_mahasiswi_ini_klarifikasinya/
Basyarul Ulya mengatakan jika informasi yang sengaja disebarluaskan melalui media online dan media sosial itu adalah bentuk
fitnahan kepada dirinya. Ia juga mengaku sudah melayangkan surat keberatan kepada media online terkait isu tersebut.
"Saya sudah melayangkan surat protes dan somasi ke media online yang menerbitkan pemberitaan itu, karena pemuatan konten berita berisi fitnah yang menarasikan saya membawa 3 orang mahasiswi ke dalam kamar hotel," kata Basyarul Ulya Nasution dalam keterangan tertulisnya yang dibagikan kepada wartawan, Selasa (3/6/2025).
Ia mengaku kecewa sebab isi berita tidak memuat fakta peristiwa melainkan kabar miring dirinya dengan sejumlah mahasiswi saat ia menginap di salah satu hotel di Medan, Sumatera Utara.
"Harusnya pemberitaan itu sesuai kaidah jurnalistik, hanya memuat fakta tidak memuat unsur fitnah dan pencemaran nama baik," ucapnya.
Basyarul Ulya tidak menampik jika dirinya benar ada menginap di salah satu hotel di Medan, yakni Hotel Antares. Ia menjelaskan jika keberadaannya di Medan tak lain untuk menghadiri acara di Hotel JW Marriot Medan.
Namun yang ia sayangkan, momen itu dimanfaatkan dan sengaja dibuat untuk memframing dirinya seakan-akan dirinya sengaja membawa mahasiswi ke kamar hotel.
"Ya, benar serangan framing negatif itu, tidak tahu tujuanya apa, tapi memang indikasinya terjadi menjelang pemilihan rektor yang berlangsung tahun ini, mungkin sengaja diciptakan untuk menjegal saya agar tidak terpilih dipriode selanjutnya," kata Basyarul Ulya.
Menurut Basyarul, framing jahat ini adalah bentuk tindakan tidak terpuji oleh kelompok tertentu guna menjatuhkan nama baiknya yang akan ikut kembali dalam pemilihan Rektor UNIVA.
Dia menduga ada unsur kepentingan kelompok tertentu, sehingga berita dengan narasi dan framing negatif itu sengaja diciptakan untuk kepentingan kelompok lain dalam pemilihan rektor yang sebentar lagi akan berlangsung.
Basyarul Ulya meyakini, jika isu negatif ini tidak akan berhenti menderanya mulai dari isu keterlibatannya dalam pengelolaan dana bantuan Kartu Indonesia Pintar, hingga isu skandal chek in dengan mahasiswi.
Ia memprediksi bahwa isu negatif ini nantinya akan berhenti usai pemilihan rektor baru UNIVA yang berlangsung menjelang penghujung tahun 2025.
"Agendanya sudah jelas, pemilihan rektor UNIVA Labuhanbatu. Jadi saya berharap. Sudahlah, hentikan Framing jahat, narasi dan fitnahan itu, yang kita perlukan saat ini, sama-sama membangun Kampus UNIVA yang kita cintai ini, untuk membangun SDM-SDM unggul dari Labuhanbatu," tandasnya.
Dalam kesempatan itu ia menjelaskan jika sebelumnya ia terkejut karena ada permintaan konfirmasi yang dilayangkan kepadanya terkait dirinya sedang chek in dikamar hotel bersama tiga orang Mahasiswi.
Dia lantas memeriksa dan ternyata sudah ada pemberitaan yang muncul di media online yang menyebutkan dia chek in bersama tiga orang Mahasiwinya disalah satu hotel bintang tiga di Medan.
Salah satu media online itu juga menjelaskan waktu ia menginap hingga chek - out dan meninggalkan hotel bersama tiga orang wanita dan seorang supir dengan menumpangi mobil Fortuner berwarna putih.**







