Pukul Mesin ATM Gertak Nasabah Karena Diduga Banyak Masalah, Security Bank BRI KCP Ahmad Yani Pekanbaru Minta Maaf
Kabar Pekanbaru - Ada informasi kepada tim media kalau ada salah seorang petugas keamanan Bank BRI KCP Ahmad Yani (A. Yani) Kantor Cabang Pekanbaru di Jalan Jendral Ahmad Yani, sagat temperamen dalam melayani nasabah yang berpenampilan orang kampung.
Atas laporan ini tim media mencoba melakukan investigasi, pada Selasa (3/6/25), sekira Jam 11.00. Sesampainya di Bank BRI tersebut dengan pakaian buruk dan lusuh, awalnya security berbaju kuning itu mengambil seperti mengambil alih tugas CS atau pelayanan Bank BRI KCP A. Yani tersebut.
“Maaf pak, apa keperluan,” kata security BRI tersebut. Lalu tim media mengatakan akan mengganti ATM yang sudah kadaluarsa (Basi).
Lantas security ini meminta ATM yang telah kadaluarsa tersebut untuk diganti. “Minta sekalian KTP nya pak,” kata petugas mengaku bernama Zulhairi, terlihat dia seperti memaksakan muka ramah kepada nasabah.
Setelah itu dia mengambil kartu antrian nasabah kemudian KTP dan ATM dibawa ke Cs, selang beberapa saat dia kembali “maaf pak jaringan rusak kalau bapak mau menunggu tak apa-apa,” katanya, ketika ditanya sampai kapan dia menjawab “mungkin sampai sore?”.
Kronologis berlanjut, nasabah yang merupakan tim investigasi laporan nasabah terhadap “pelayanan security BRI A Yani buruk”, lalu mengosok ATM ke keramik agar bisa transaksi (melakukan pengambilan uang di ATM).
Kemudian ATM tersebut digosok - gosok ke celana beberapa kali, lalu tim mencoba melakukan transaksi, “ternyata bisa melakukan transaksi transfer,”.
Namun setelah menu meminta “Ok”, tiba - tiba security bernama Zulhairi ini mengamuk dan menepuk ATM BRI yang ada dalam kantor Cabang A. Ayani tersebut. “kau pikir ATM ini harganya murah, masak kartu yang sudah kadaluarsa kau masih mau melakukan transaksi,” kata Zuhairi dengan mata merah sambil mencabut kartu ATM pada mesin ATM BRI A. Yani itu.
Lalu dia memukul mesin ATM, setelah dipukul seperti mau ambruk, rekan tim media terkejut dan lari keluar kantor Cabang A. Yani karena ketakutan.
“Takut saya bang, petugasnya (security) seperti preman yang sedang banyak masalah,” kata rekan media Bagus, Selasa (3/6/25) dilokasi tersebut.
Memberikan pendidikan sopan santun lantas tim media menasehati Zulhairi kalau “ATM gunanya untuk mengambil uang di ATM”.
Namun Zulhairi seperti tidak terima dinasehati, lalu Zulhairi melakukan intimidasi fisik kepada nasabah (Tim Jurnalis), beruntung datang salah seorang Cs cantik bernama Yuni mengambil alih masalah.
“Biar saya bantu pak, agar masalah penarikan uang bisa dilaksanakan cepat,” kata Yuni, yang juga mengaku sebagai humas di BRI KCK A. Yani itu.
Sekira jam 1.30 Wib, Selasa (3/6/25) securty bermana Zulhairi menghubungi media, mengakui kesalahannya memukul mesin ATM, “saya minta maaf pak,” katanya.**







