Angka Pengangguran Meningkat, Gelombang Manusia Pencari Kerja di Job Fair Bekasi Berhujung Ricuh
Photo : Gelombang Manusia Pencari Kerja di Job Fair Bekasi Berhujung Ricuh
Kabar Medan - Berdasarkan Informasi yang di himpun awak media, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan jumlah angka pengangguran di Indonesia meningkat per Februari 2025. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, jumlah pengangguran per Februari 2025 mencapai 7,28 juta orang.
Pengamat Ketenagakerjaan, Tadjuddin Noer Effendi, berujar, kericuhan dalam job fair yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi di Gedung Convention Center Presiden University, Jababeka, Cikarang Utara, Selasa (27/5/2025), menandakan banyaknya masyarakat yang membutuhkan pekerjaan.
Baca Juga :
"Itu indikasi sebenarnya masyarakat kita itu sedang membutuhkan peluang kerja sebenarnya. Sebab angka pengangguran kita kan meningkat, menurut BPS (Badan Pusat Stastistik)," kata Tadjuddin saat dikonfirmasi, Kamis (29/5/2025).
Tadjuddin menilai bahwa pemerintah belum cukup sigap dalam menciptakan lapangan kerja. Akibatnya, setiap kali bursa kerja digelar selalu dipadati pencari kerja.
Baca Juga :
"Pemerintah itu agak lambat menciptakan peluang kerja. Ketika bursa kerja dibuka di suatu daerah, pasti itu akan diserbu," ucap Tadjuddin.
Sebab, setiap tahun terdapat jutaan orang yang masuk ke dalam angkatan kerja, ditambah dengan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang masih berlangsung.
"Di mana saja itu bisa meledak, karena itu merupakan fenomena yang meluas, apalagi PHK terus meningkat. Nah, setiap tahun, angkatan kerja yang siap masuk ke pasar kerja itu kira-kira 3 juta sampai 3,5 juta," jelas Tadjuddin. Sebagai solusi, Tadjuddin menyarankan agar pemerintah daerah mulai memanfaatkan platform digital untuk menyelenggarakan bursa kerja secara daring.
"Kan bisa lewat online, begitu kan gampang banget, di mana saja, seluruh Indonesia masuk," ungkap Tadjuddin.
Sebelumnya diberitakan, job fair atau bursa kerja yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi di Gedung Convention Center Presiden University, Jababeka, Cikarang Utara, pada Selasa (27/5/2025) berujung ricuh.
Sejumlah pencari kerja terlibat baku hantam setelah saling berebut gambar quick response (QR). Meski tak menimbulkan korban luka, insiden ini membuat sejumlah pencari kerja pingsan karena terhimpit gelombang manusia yang panik menghindari kericuhan.
Seorang saksi mata, Ridwan Rahmat, menilai panitia penyelenggara tak siap menggelar job fair sehingga berujung ricuh. "Kurang persiapan intinya panitianya," kata Ridwan.
Menurut Ridwan, acara besar yang berpotensi mengundang masyarakat banyak seperti job fair sebaiknya tak digelar di satu tempat.
Seharusnya, kata Ridwan, event job fair digelar di sejumlah tempat agar pencari kerja tak menumpuk di satu lokasi.**







