Pohon di "Begal", Trotoar Di Penuhi Cor Semen Serta Resahkan Warga Sekitar, Komisi 4 DPRD Kota Medan Di Minta Rekomendasikan Segel Bangunan RS SEAH di Jalan Gatot Subroto

Pohon di "Begal", Trotoar Di Penuhi Cor Semen Serta Resahkan Warga Sekitar, Komisi 4 DPRD Kota Medan Di Minta Rekomendasikan Segel Bangunan RS SEAH di Jalan Gatot Subroto

Photo : Bangunan RS SEAH Jalan Gatot Subroto Kota Medan.

Kabar Medan -  Amatan awak media, terjadi pem"begalan" pohon demi kepentingan Proyek pembangunan RS SEAH di jalan Gatot Subroto Kota Medan.

Tidak hanya lembegalan pohon, awak media juga menemukan coran semen yang membeku di atas trotoar sehingga terkesan kumuh. 

Dody Rinaldi Ginting warga Kelurahan Cinta Damai Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan mengungkapkan keresahan terhadap keberadaan pembangunan RS SEAH Jalan Gatot Subroto yang berjumlah 14 lantai yang berdampak kepada dirinya dan keluarga

"Kami merasa was was dan resah, karena kami tinggal tepat berada di samping Pembangunan Rumah Sakit yang bekerja selama 24 jam, sehingga menimbulkan kebisingan," ungkapnya, Kamis (29/5/2025)

Lanjut Dodi Rinaldi Ginting mengatakan bahwa dampaknya sangat terasa bagi kegiatan aktifitas dirinya, karena bangunan tersebut tepat berada di samping rumahnya.

"Akibat keresahan yang diakibatkan pembangunan RS SEAH bangunan rumah rusak dan kami merasa was was bahkan rumah kami tidak layak lagi untuk di jadikan kos kosan, apalagi saat paku bumi, kami semua ketakutan," katanya.
 
Dedi Harvi Syahri Ketua Garuda Merah Putih Community (GMPC) mengatakan dirinya meminta Satpol PP Kota Medan untuk melakukan penyegelan kepada bangunan Rumah Sakit SEAH yang berdampak kepada lingkungan sekitar.

"Jangan demi kepentingan bisnis Rumah Sakit SEAH warga menjadi korban oleh karena itu kami minta Segel bangunan tersebut," katanya

Dedi Harvey Syahri akan melakukan Aksi Demo ke Kantor Walikota Medan dan DPRD Kota Medan agar merekomendasikan menyegel bangunan Rumah Sakit SEAH yang meresahkan warga sekitar

"Kita akan turunkan ribuan massa meminta DPRD Kota Medan menggelar Rapat Dengar Pendapat agar bangunan RS SEAH di segel karena di duga Mal Administrasi baik AMDAL Lalin dan AMDAL, UKL dan UPL sehingga meresahkan dan berdampak kepada warga sekitar," pungkasnya.**

Medan -  Dody Rinaldi Ginting warga Kelurahan Cinta Damai Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan mengungkapkan keresahan terhadap keberadaan pembangunan RS SEAH Jalan Gatot Subroto yang berjumlah 14 lantai yang berdampak kepada dirinya dan keluarga

"Kami merasa was was dan resah, karena kami tinggal tepat berada di samping Pembangunan Rumah Sakit yang bekerja selama 24 jam, sehingga menimbulkan kebisingan," ungkapnya, Kamis (29/5/2025)

Lanjut Dodi Rinaldi Ginting mengatakan bahwa dampaknya sangat terasa bagi kegiatan aktifitas dirinya, karena bangunan tersebut tepat berada di samping rumahnya.

"Akibat keresahan yang diakibatkan pembangunan RS SEAH bangunan rumah rusak dan kami merasa was was bahkan rumah kami tidak layak lagi untuk di jadikan kos kosan, apalagi saat paku bumi, kami semua ketakutan," katanya.
 
Dedi Harvi Syahri Ketua Garuda Merah Putih Community (GMPC) mengatakan dirinya meminta Satpol PP Kota Medan untuk melakukan penyegelan kepada bangunan Rumah Sakit SEAH yang berdampak kepada lingkungan sekitar.

"Jangan demi kepentingan bisnis Rumah Sakit SEAH warga menjadi korban oleh karena itu kami minta Segel bangunan tersebut," katanya

Dedi Harvey Syahri akan melakukan Aksi Demo ke Kantor Walikota Medan dan DPRD Kota Medan agar merekomendasikan menyegel bangunan Rumah Sakit SEAH yang meresahkan warga sekitar

"Kita akan turunkan ribuan massa meminta DPRD Kota Medan menggelar Rapat Dengar Pendapat agar bangunan RS SEAH di segel karena di duga Mal Administrasi baik AMDAL Lalin dan AMDAL, UKL dan UPL sehingga meresahkan dan berdampak kepada warga sekitar," pungkasnya.**