Makjang...Dugaan Pungli Iuran Akreditasi Dan Dana Bok di Puskesmas Tanah Putih I Dilaporkan ke Bupati Rohil

Makjang...Dugaan Pungli Iuran Akreditasi Dan Dana Bok di Puskesmas Tanah Putih I Dilaporkan ke Bupati Rohil

Ket Poto UPT Puskesmas TP 1

Rohil — Praktik pungutan liar (pungli) diduga terjadi di UPT Puskesmas Tanah Putih I, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir. Informasi ini mencuat usai sebuah laporan yang disampaikan Pegawai Puskesmas Pro Perubahan ke Bupati Rokan Hilir beredar luas. 

 

Data yang berhasil dihimpun awak media, Berkas laporan bertanggal 22 April 2025 yang menyebutkan bahwa Kepala Puskesmas, MAP dan Kepala Tata Usaha inisial N, diduga memaksa seluruh ASN, PPPK, dan tenaga honorer untuk membayar uang sebesar Rp100 ribu per orang. Uang tersebut diklaim sebagai iuran akreditasi Puskesmas yang telah dilaksanakan pada tahun 2024.

Tak hanya pungutan, laporan itu juga menyebut adanya ancaman kepada mereka yang menolak membayar. "Siapa yang tidak membayar akan dilaporkan ke Kepala Dinas Kesehatan dan dipotong Jasa Pelayanan (Jaspel) selama satu bulan," tulis pelapor dalam surat yang disampaikan ke Bupati Rohil juga ditembuskan ke Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes dan Kapolres Rokan Hilir.

Lebih jauh, Kepala Puskesmas juga diduga meminta potongan sebesar 20% dari pencairan Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) tahun 2025. Dana tersebut, menurut laporan, rencananya akan digunakan untuk kepentingan pribadi, yakni biaya kuliah anak Kepala Puskesmas.

Tudingan lainnya menyebut Kepala Puskesmas bersikap arogan dan anti kritik. Ia bahkan diduga mengklaim memiliki hubungan istimewa dengan salah satu pejabat daerah dan tim sukses kampanye tertentu, sebagai tameng atas perbuatannya.

Menanggapi laporan ini, pelapor yang  mengatasnamakan Pegawai Puskesmas pro Perubahan meminta Bupati Rokan Hilir segera mengambil tindakan tegas agar visi daerah "Rokan Hilir Bermarwah, Maju, Sejahtera, Beriman dan Berbudaya Tahun 2029" tidak tercoreng oleh perilaku oknum yang tidak bertanggung jawab.

Menindaklanjuti temuan ini, Tim Media mencoba melakukan konfirmasi kepada Kepala Puskesmas Tanah Putih I MAP melalui nomor WhatsApp pribadinya pada Rabu Siang petang (28/5/2025). Namun, hingga berita ini diterbitkan, Kapus lebih memilih bungkam dan tidak merespons pertanyaan tim media.