Siswa SD Korban Bullying Meninggal Dunia, Kapolres Inhu Sampaikan Bela Sungkawa
Foto int (ilustrasi Bullying)
INHU - Dunia pendidikan kembali berduka pasalnya seorang siswa kelas 2 Sekolah Dasar Negeri (SDN) 012 Buluh Rampai Kecamatan Seberida, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, dilaporkan meninggal dunia setelah diduga menjadi korban pengeroyokan sejumlah kakak kelas di sekolahnya.
Informasi di rangkum kabarriau.com insiden persekusi dilakukan pada Senin (26/5) pagi namun tempat kejadian perkara belum diketahui pasti.
Baca Juga :
Korban diduga dihantam menggunakan lutut di bagian kemaluannya hingga perut juga tak luput dari penganiayaan mengunakan balok kayu.
Terpantau di media sosial face book juga telah berseliweran vidio berdurasi 60 detik yang diduga detik-detik korban sebelum meninggal dunia yang di posting oleh akun bernama Yanie Simare-mare.
Didalam vidio tersebut terlihat korban sedang ditanyai oleh keluarga korban tetang insiden perundungan selain itu didalam vidio tersebut juga terlihat korban sedang keadaan lemas dugaan sementara lokasi pengambilan vidio itu dilakukan di salah satu sarana kesehatan di Inhu.
Saat dikonfirmasi Kapolres Inhu AKBP Fahrian Siregar menyebutkan bahwa saat ini proses penyelidikan tengah berlangsung. "Proses penyelidikan, memastikan dulu karena mau otopsi dulu," singkat Kapolres melalui pesan singkat whatsapp kepada kabariau.com Senin (26/5).
Lebih lanjut polisi berpangkat melati dua itu mengucapkan bela sungkawa atas tragedi naas yang menimpa keluarga korban. "Atas nama institusi dan pribadi saya mengucapkan bela sungkawa atas tragedi ini, kiranya keluarga korban dapat diberikan kekuatan dan ketabahan," tuturnya.
Terpisah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Inhu, Kamaruzaman membenarkan adanya dugaan perundungan yang diduga menjadi penyebab meninggal dunia salah seorang siswa disana.
"Saya baru pulang dari sekolah untuk mengklarifikasi kepala sekolah dan guru disana. Benar ada dugaan perundungan yang dilakukan di sekolah tersebut," ujarnya melalui telepon seluler.
Lebih lanjut Kamaruzaman menjelaskan dari hasil klarifikasi yang dilakukan olehnya kepada pihak sekolah perundungan itu benar adanya dan dilakukan oleh kakak kelas korban.
"Atas insiden ini saya ucapkan bela sungkawa kepada keluarga korban, kiranya keluarga diberikan ketabahan dan kekuatan, dan ini tentunya menjadi pukulan keras bagi kita semua khususnya seluruh tenaga pendidik yang ada di Inhu untuk meningkatkan kewaspadaan dalam memantau peserta didik," kata Kamaruzaman.
"Insyaallah dalam waktu dekat ini kita akan melakukan kunjungan kepada wali murid untuk memberikan dukungan dan semangat kepada keluarga yang di tinggalkan," ujarnya.
Kasus dugaan pengeroyokan yang berujung pada kematian ini tentu saja menjadi perhatian serius. Banyak pihak menyuarakan agar kasus ini diusut tuntas dan pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal sesuai hukum yang berlaku, meskipun mereka masih di bawah umur.
Kasus ini juga menjadi pengingat bagi seluruh pihak untuk lebih peduli terhadap kondisi psikologis dan keamanan anak-anak di lingkungan sekolah. (Jas).







