Bukannya Menjadi Pelopor Dalam Penghapusan Kemiskinan Ekstrem, 4 Wakil Ketua DPRD-SU Dapat "Jatah" Mobil Dinas Baru Seharga Rp6,4 Miliar
Photo : Warga Medan Petisah, Kota Medan, Sumatera Utara.
Kabar Medan - Disaat Pemerintah Pusat telah menginstruksikan untuk dilakukannya efisiensi, DPRD Sumatera Utara justru terkesan menghambur-hamburkan anggaran. Hal itu bisa dilihat dari pengadaan empat mobil dinas baru untuk empat Wakil Ketua DPRD Sumut periode 2024-2029, yakni Ihwan Ritonga, Sutarto, Salman Alfarisi, dan Ricky Anthony.
Tak tanggung-tanggung, empat Anggota DPRD Sumut tersebut mendapatkan 'jatah' mobil dinas baru jenis Hyundai Palisade dengan harga masing-masing senilai Rp1,6 Miliar atau total Rp6,4 Miliar untuk empat unit mobil dinas tersebut.
Baca Juga :
Sayangnya, H. Ihwan Ritonga yang merupakan Pimpinan DPRD Sumut dari Partai Gerindra juga akan turut mendapat mobil dinas seharga Rp1,6 Miliar per unit tersebut. Padahal, efisiensi anggaran merupakan instruksi yang telah disampaikan Presiden RI sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.
Rahmad Aktifis yang tergabung dalam Persatuan Buruh Peduli K3 Sumatera Utara mengatakan bahwa "kelakuan" Wakil Rakyat dengan empat mobil dinas barunya senilai Rp 6,4 Miliar sangat melukai hati warga miskin Sumatera Utara
'Tak punya empati di tengah badai PHK, ekonomi sulit, ini betul betul menyakitkan bagi warga miskin Sumatera Utara khususnya buruh yang masih begaji di bawah UMK," ungkapnya dengan nada tinggi, Kamis (22/5/2025)
Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan di DPRD Sumut, banyak wakil rakyat yang menganjurkan agar para wakil Ketua DPRD Sumut menolak untuk diberikan mobil dinas baru.
Pasalnya, kondisi mobil dinas lama dengan jenis Toyota Alphard masih baik, sehingga tidak perlu memiliki dua unit mobil dinas.
"Diterimanya mobil dinas baru ini sangat bertolak belakang dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang melaksanakan efisiensi anggaran di setiap jajaran pemerintahan. Seruan Presiden terkesan diabaikan. Apalagi, saat sekarang ini tidak perlulah memiliki dua mobil dinas, tapi cukup satu," ujar para wakil rakyat.
Ketika hal ini dikonfirmasi wartawan kepada Kepala Bagian Umum Sekretariat DPRD Sumut, Efi Julianti, membenarkan bahwa keempat wakil ketua dewan menerima satu lagi mobil dinas baru, tapi pihaknya tidak mengetahui pasti besarnya nilai anggarannya.
“Untuk pengadaan mobil dinas pimpinan itu dari Biro Umum Pemprov Sumut, kami hanya menerima penyerahan fisik dan berita acaranya saja,” ucap Efi saat berbincang-bincang dengan wartawan, Selasa (20/5/2025) di DPRD Sumut.
Ketika ditanya kenapa hanya untuk 4 wakil ketua dewan, Efi menjelaskan bahwa Ketua DPRD Sumut masih menggunakan mobil dinas jenis Toyota Alphard dan Toyota Land Cruiser yang sebelumnya dipakai mantan Ketua DPRD sebelumnya.
"Sementara, Wakil Ketua Dewan yang sekarang menggunakan Toyota Alphard dari pimpinan sebelumnya, dan tambahan satu unit yang baru, yaitu Hyundai Palisade," ungkapnya.
Terpisah, saat dikonfirmasi terkait pengadaan 4 mobil dinas jenis Hyundai Palisade untuk para Wakil Ketua DPRD Sumut, Ketua DPRD Sumut, Erni Aryanti Sitorus justru membantah kabar tersebut dan terkesan membela empat rekannya di Pimpinan DPRD Sumut.
"Tidak ada itu Bang," katanya singkat melalui pesan WhatsApp.
Berdasarkan Informasi yang di himpun awak media Beberapa Waktu Penjabat (Pj) Gubernur Sumatra Utara (Sumut) Agus Fatoni menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut kemiskinan ekstrem. Sumut siap menjadi pelopor dalam penghapusan kemiskinan ekstrem tersebut.
“Kami akan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada, dan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memastikan program ini sukses,” ujar Fatoni dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Regional Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem tahun 2024, di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Jakarta, Senin (5/8/2024).
Fatoni mengatakan saat ini kemiskinan di Provinsi Sumut pada Maret 2023 menjadi 7,99 persen pada Maret 2024.
Jumlah penduduk miskin Provinsi Sumut bulan Maret 2024 tercatat sebesar 1.228.000 jiwa.
Sementara Provinsi Sumut mencatat tingkat kemiskinan ekstrem sebesar 0,78 persen pada Maret tahun 2023.
Ia menjelaskan, angka kemiskinan ekstrem Sumut, Jumlah penduduk miskin ekstrem Provinsi Sumut tahun 2023 adalah sebesar 118.420 jiwa,
Sementara itu, jumlah penyandang disabilitas sebanyak 19.615 orang sedangkan jumlah penduduk lanjut usia (lansia) di Sumut sebanyak 951.467 orang.**







