LSM Penjara Indonesia Sumut Minta Poldasu Tindak Lanjuti "Nyanyian" Terdakwa Narkoba DK Sebut Afuk Capital Dan Cun Hwa Sebagai Bandar
Photo : Debi Irawan Tanjung Ketua LSM Penjara Indonesia Sumut.
Kabar Medan - Beredarnya video pengakuan seorang bandar narkoba Khairil arifin alias DK tentang menyebut nama Mafia NARKOBA BESAR DI LABUHAN BATU dengan nama AFUK DAN CHUNWA mafia capital, dan dia mengungkap bahwa mereka sering mabuk bersama oknum polres labuhan batu menjadi sorotan dari DPD LSM Penjara Indonesia Sumetera Utara.
Debi Irawan Tanjung Ketua DPD LSM Penjara Indonesia Sumatera Utara mengatakan bahwa hal ini tentu menjadi PR besar bagi kepolisian bagaimana citra buruk polisi semakin hari semakin tidak baik-baik saja, dan pada saat diwawancara Khairil alias DK mengatakan juga memberikan setoran dan upeti kepada polres labuhan batu dan beberapa oknum pejabat aparatur hukum demi melancarkan usaha narkoba yang dia geluti selama ini ,
Baca Juga :
"Cuitan Khairil alias DK tentu harusnya menjadi barometer awal kepada kepolisian untuk menunjukan bahwa polisi adalah lembaga yang bersih dari pungli , beking para mafia dan juga polri pengayom masyarakat, sampai saat ini bentuk perbaikan di tubuh polri khususnya para oknum-oknum APH semakin hari semakin jauh dari kata baik," ungkapnya, Minggu (9/3/2024)
Lanjut Debi mengatakan DPD LSM Penjara Indonesia Sumut mendukung POLRI untuk mengusut oknum yang menggunakan seragam polri untuk mengambil keuntungan secara pribadi membackup para bandar-bandar dan mafia Narkoba yang dimana narkoba kelas-kelas merusak generasi muda yang kita tau bersama generasi muda adalah generasi emas penerus roda pemerintahan kedepan ,
"DPD LSM PENJARA INDONESIA berharap tidak ada upaya pembungkaman kepada saudara Khairil ( DK ) yang menyatakan siap membeberkan pelaku oknum-oknum nakal yang membelinya bandar narkoba di labuhan batu, kami khawatir DK ( KHAIRIL ARIFIN ) SEPERTI BUDIMAN BANDAR NARKOBA KELAS KAKAP YANG DI BUNGKAM DENGAN HUKUMAN MATI , dan atau di bungkam dengan ancaman secara internal maupun external," katanya
Debi juga mengatakan kalau kita ingin Indonesia bersih narkoba tentu bersihkan dari para penegak hukumnya dahulu, narkoba bisa berkembang karena penegakan hukum yang tebang pilih , tangkap bandar kecil pelihara bandar besar.
"Kta apresiasi apabila bapak KAPOLRI turun tangan langsung mengawal kasus ini untuk CIPTAKAN POLRI PRESISI," ujarnya
Dheny sugara,A.Md Sekretaris LSM Penjara Indonesia Sumut menambahkan dirinya juga sangat meenyayangkan adanya bentuk penekanan kepada bandar narkoba DK yang ingin mengungkap jaringan bandar narkoba di LABUHAN BATU,
"Seharusnya ungkapan yang disampaikan DK harus menjadi bahan untuk kemudian di kembangkan agar bandar besarnya tertangkap, karena selama ini yang kita tau bersama hanya bandar-bandar kecil yang paling banyak tertangkap sampai muncul rumor di masyarakat bandar kecil untuk tumbal naik pangkat, kita tidak mau hal-hal seperti ini ada di Indonesia khususnya Sumatera Utara, Bagaimanapun menyelamatkan generasi bangsa adalah tugas kita bersama," pungkasnya.**







