Di Duga Demi Kepentingan Tiang Reklame Raksasa, Proyek Drainase Senilai Rp 3,7 M Di Kampung Madras Dekat Sun Plaza Di Belokkan Kontraktor

Di Duga Demi Kepentingan Tiang Reklame Raksasa, Proyek Drainase Senilai Rp 3,7 M Di Kampung Madras Dekat Sun Plaza Di Belokkan Kontraktor

Photo : Proyek Drainase Kampung Madras Little India Medan.

Kabar Medan - Amatan awak media Proyek Pekerjaan Drainase yang menghabiskan anggaran Rp 3,7 Miliar berada di Jalan H.Zainul Arifin yang biasa di sebut Kampung Madras Little India Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah Kota Medan belum juga selesai bahkan bila dilihat Pekerjaan Drainase Di Belokkan. 

Mamad Warga Kelurahan Petisah Tengah Kecamatan Medan Petisah mengatakan dirinya mempertanyakan kenapa pekerjaan Drainase di belokkan

"Saya lihat dari Simpang Taruma pekerjaan drainasenya lurus kenapa sampai dekat tiang Reklame Raksasa di belokkan, Ada Apa dengan Kontraktor?" ungkapnya Rabu (4/12/2024)

Mamat juga meminta Kontraktor Transparan terkait gambar sprek karena itu di bangun menggunakan APBD Kota Medan

"Giliran Gapura Kuliner Pagaruyung di babat habis, Tapi ada tiang reklame raksasa malah aliran drainasenya dI belokkan,kontraktor harus menjelaskan kepublik," katanya. 

Sebelumnya di beritakan, Proyek Drainase Di Jalan Kampung Madras (Jalan H.Zainul Arifin)- Jalan Taruma hingga Ke Jalan Erlangga yang menghabiskan anggaran Miliaran rupiah ternyata tak mampu membuat Kuliner Pagaruyung Bebas dari banjir, bahkan Petugas P3SU juga tak mampu.

Pedagang yang berjualan di Pagaruyung malah mengeluhkan banjir yang membuat kakinya lembek

"Sampek lembek kakiku bang, tak surut juga airnya," ungkapnya, Senin (18/11/2024)

Rahmadsyah mantan Ketua Pedagang Pagaruyung mengatakan bahwa dirinya sepakat dengan bang Zaki Calon Wakil Walikota Medan Di Pilkada Tahun 2024 bahwa ada ASN yang jarang punya Moral

"Inilah Akibat ASN Jarang Punya Moral, jadi pedagang sampai kakinya lembek karena banjir pun mereka tak peduli," katanya.

Lanjut Rahmad mengatakan bahwa saat dirinya menjadi Ketua Pedagang Pagaruyung di Tahun 2010 yang mana saat itu Walikota Medan Rahudman Harahap dirinya mengajukan Proposal untuk mendapatkan CSR dari Bank Sumut dan PT Sinar Sosro sehingga bisa membangun Gapura dan Stan serta di jadikannya Kuliner Pagaruyung sebagai Objek Daya Tarik Wisata (ODTW) Kota Medan Di Kampung Madras Little India

"Capek kita keluar masuk kantor agar Proposal CSR kita di kabulkan untuk Pemberdayaan dan Pembinaan Pedagang Kaki Lima saat itu, tapi sekarang kondisinya malah Banjir dan Gapuranya hilang," ujarnya


Rahmad meminta Kadis SDABMBK Kota Medan bertanggung jawab atas hilangnya Gapura dan banjir yang terjadi di Pagaruyung

"Kita minta pertanggung Jawaban dari Kontraktor dan Dinas SDABMBK Kota Medan, sudahlah tak membangun malah menghancurkan pulak serta pagaruyung masih banjir," pungkasnya.

Gibson Panjaitan saat di konfirmasi meminta awak media berkordinasi dengan Sirait PPTK.

Sirait mengatakan bahwa terkait Gapura semua kebijakan Pimpinan. 

"Kebijakan Pimpinan kalau untuk di bangun lagi bang" pungkasnya.**