Menyala..Tokoh Batak Bagan Sinembah Sesalkan Pernyataan Ketua PBB Rohil Bilang Hanya di Kubu Nomor 1 Bisa Membawa Semangat Toleransi di Rohil
Rohil - Beredar video diakun tiktok dan akun Facebook terkait pernyataan Ketua Pemuda Batak Bersatu (PBB) Kabupaten Rokan Hilir, Eduard Manihuruk SH saat kampanye Calon Bupati petahana Rokan Hilir, Afrizal Sintong.
Pernyataan Ketua PBB Rohil tersebut langsung mendapat beragam tanggapan dari berbagai pihak termasuk dari seorang Tokoh Batak warga Bagan Sinembah, St Jonson Nababan dan Pemuda Milenial Batak sesalkan pernyataan Ketua PBB Rohil.
"Kami atas nama masyarakat Batak Kecamatan Bagan Sinembah Kabupaten Rokan Hilir sangat merasa kecewa dengan pernyataan Eduard selaku Ketua PBB Rohil.," kata Jonson dalam keterangan tertulisnya, Minggu (13/10/2024).
Hal itu didasari pernyataan Eduard Manihuruk yang menyatakan bahwa "Hanya di kubu nomor 1 yang bisa membawa semangat toleransi di Kabupaten Rokan Hilir. Kalau 'sebelah' yakinlah kita akan hancur nanti," sebut Eduard didampingi Sekretaris PBB Rokan Hilir, Maju Siahaan dalam video tersebut.
Pernyataan itu, lanjut Jonson sangat meresahkan warga masyarakat Batak di Rokan Hilir yang dianggap mempersepsikan kubu sebelah itu adalah Paslon Bupati dan Wakil Bupati Rokan Hilir nomor urut 2. "Karena hanya ada 2 Paslon yang maju di Pilkada Rohil," kata Jonson.
Baca Juga :
Pihaknya menganggap pernyataan tersebut sangat tendensius, karena pernyataan itu mengalamatkan Paslon nomor urut 2 akan membawa kehancuran apabila terpilih menjadi pemenang dalam Pilkada Rohil tahun 2024 ini.
Dengan demikian, atas nama tokoh masyarakat dan pemuda milenial batak Rokan Hilir, Jonson membantah pernyataan ketua PBB Rohil tersebut.
"Bapak Haji Bistamam yang saat ini sebagai Calon Bupati Rokan Hilir nomor urut 2 adalah sosok pribadi yang sekaligus tokoh masyarakat Rohil yang sangat nasionalis, toleran dan beradab tinggi serta menjadi panutan dan pemersatu ditengah masyarakat," kata Jonson.
Begitu juga dengan Jhony Charles yang merupakan calon wakil bupati mendampingi H Bistamam. Dia adalah tokoh muda yang nasionalis, intelektual muda yang menjunjung tinggi toleransi antar suku yang ada di Rokan Hilir ini.
"Perlu diketahui, semenjak saya hadir di Rokan Hilir tahun 1986 yang saat itu masih Kabupaten Bengkalis, masyarakat batak cukup dihargai oleh masyarakat Melayu yang humanis, toleran, inklusif, ramah dan penuh persaudaraan," ungkap Jonson kembali.
"Maka kepada bapak ibu saudara saudari ku, anak-anak ku yang secara khusus dari suku Batak yang ada di Rokan Hilir dan Riau pada umumnya supaya jangan terpengaruh dengan pernyataan saudara Eduard Manihuruk yang meyakini orang batak akan hancur apabila mendukung pihak sebelah yakni Paslon 02," imbuhnya.
Dalam keterangan tertulisnya, Jhonson juga berpantun yang bermakna persaudaraan suku batak dengan melayu."Bukan kampak sembarang kampak, ada kampak belah kayu. Bukan batak sembarang batak, ada batak bersaudara dengan melayu, Bukan kayu sembarang kayu, ada kayu dibelah kampak. Bukan melayu sembarang melayu kalau tidak bersaudara dengan batak,"
Jhonson juga mengingatkan kepada KPU, Bawaslu, Gakumdu serta aparat penegak hukum untuk mengambil sikap terhadap oknum-oknum yang tidak toleran dan cenderung memecah belah persatuan dan kesatuan diantara suku batak yang ada di Rohil guna menciptakan Pemilukada yang damai.







