Bermodalkan Kartu Pers, Orang Ini Rampas BBM Subsidi Di SPBU 14.2816.29 Jalan Durian Pekanbaru

Bermodalkan Kartu Pers, Orang Ini Rampas BBM Subsidi Di SPBU 14.2816.29 Jalan Durian Pekanbaru

Kabar Pekanbaru - Ada saja cara manusia mengakali pemerintah atau merampas hak subsidi rakyat dimana saat ini untuk mendapatkan BBM bersubsidi pemilik kendaraan harus menggunakan QR Code pada aplikasi MyPertamina.

Padahal barcode (QR Code) itu dilakukan pemerintah untuk membatasi pengeluaran uang negara terhadap subsidi untuk masyarakat. Pertamina memberi solusi untuk membeli BBM subsidi menggunakan QR Code tanpa menggunakan ponsel maksudnya agar pembelian BBM bersubsidi tepat sasaran, namun hal itu tidak berlaku bagi pihak “pengarong” BBM subsidi tersebut.

Misalnya pada Kamis (10/10/24) sekira Jam12.00 Wib seorang wartawan menciduk orang sedang memborong BBM Subsidi di SPBU 14.2816.29 di jalan Durian, Kota Pekanbaru, pengisian ini memakai mobil yang tangkinya diduga sudah dirombak menjadi 400 liter.

Dengan tergopoh - gopoh wartawan itu melaporkan kepada kabarriau.com bahwa ada orang membeking pembelian BBM di SPBU tersebut pakai kartu pers dari salah satu media, “orangnya sudah tua namanya Ruslan katanya dia yang membekup minyak subsidi untuk mobil yang sudah dirombak itu,” katanya, Kamis (10/10/24) siang.

Menejer SPBU Jalan Durian yang menurut pengakuan salah satu anggotanya bernama Hendra dikonfirmasi langsung menghindar sehingga laporan wartawan itu diduga benar apa adanya.

Salah seorang yang kebetulan juga ada dalam ruangan SPBU itu mengatakan, memang benar ada wartawan wanita dengan tahi lalat di wajah mendatangi SPBU tersebut, dan menagkap tangan sebuah mobil mengisi melebihi kapasitas tangki BBM mobil tersebut, namun katanya pihak SPBU telah menawarkan BBM gratis untuk tutup mulut.

“Wanita dengan ditemani pria itu menolak pak, mungkin penawaran pihak SPBU hanya minyak senilai Rp. 150 ribu saja,” kata pria berbadan kurus itu.

Sebelumnya pihak redaksi kabarriau.com pernah mengajukan barkot ke Pihak SPBU Jalan Durian ini guna membeli minyak subsidi untuik kendaraan operasional, namun apa yang didapat selain payah untuk mendapat barkot mengisi minyak bahkan BBM pun dibatasi senilai Rp. 100 ribu.

Kalau tidak ada kerjasama antara oknum SPBU dengan para pengarong BBM subsidi ini tentunya pengisian tangki yang sudah dirombak menjadi 3 kali lipat Full tang itu tak akan terjadi, buktinya dengan temuan wartawan yang menciduk langsung kejadian di SPBU jalan Durian ini.

“Keadaan ini tentunya layak bagi pihak Polda Riau untuk menangkap penghisap subsidi rakyat ini,” kata salah seorang korban tidak bisa mendapatkan barcode Subsidi di Kota Pekanbaru.**