Usut !. Kepala Desa Se Kabupaten Padang Lawas Plesiran Berkedok BIMTEK Di Hotel Danau Toba Int, Grand Central, Di Saat Rakyat Susah

Usut !. Kepala Desa Se Kabupaten Padang Lawas Plesiran Berkedok BIMTEK Di Hotel Danau Toba Int, Grand Central, Di Saat Rakyat Susah

Photo : Undangan BIMTEK Kepala Desa Sepadang Lawas

Kabar Medan - Bimbingan Teknis (Bimtek) ke Medan Di Hotel Danau Toba, Hotel Grand Central yang dilakukan Perangkat Desa Kabupaten Padang Lawas jelas sangat menyakiti dan mengkhianati masyarakat desa. 

Hal ini disampaikan oleh Rahmadsyah Aktifis yang tergabung dalam Mimbar Rakyat Anti Korupsi Sumatera Utara (MARAK SUMUT) kepada media.

Hal ini terkonfirmasi dengan beredarnya surat dari perihal Pemberitahuan Bimbingan Teknis jelas sangat mencederai masyarakat desa.

Jangan jadikan kegiatan “Bimtek” sebagai alasan untuk plesiran para kepala desa.

Seharusnya, APDESI Kabupaten Padang Lawas lebih fokus pada evaluasi terkait beberapa kepala desa yang terjerat kasus hukum. Selain itu, banyak persoalan rakyat yang harus diselesaikan oleh pemerintah desa, tidak hanya dalam pembangunan infrastruktur, masalah pengentasan kemiskinan, busung lapar atau stunting yang menjadi bagian dari persoalan yang dihadapi masyarakat desa.

Terlebih lagi, plesiran para berkedok BIMtTEK kepala desa tersebut menggunakan dana yang bersumber dari Dana Desa yang jelas berasal dari pajak rakyat.

"Tolak ukur keberhasilan para kepala desa bukan hanya sebatas menyelesaikan pembangunan infrastruktur, pengentasan kemiskinan, bukan hanya melakukan Bimtek di Hotel, dan bukan beralih dari naik motor NMAX menjadi Fortuner," ungkapanya, Jum'at (4/10/2024)

Lanjut Rahmat mengatakan dirinya meminta Aparat Penegak Hukum untuk mengusut Plesiran Berkedok BIMTEK yang membebani Dana Desa 

"Usut Plesiran Berkedok BIMTEK yang membebani Dana Desa di saat rakyat Lagi sekarat dan melarat," pungkasnya.

Berdasarkan Informasi yang di himpun awak media warga dan pengguna jalan mengeluhkan kondisi Jalan Lingkar Sisupak Sibuhuan serta ruas jalan di Lingkungan 4 menuju Parsulukan, Kelurahan Pasar Sibuhuan, Kecamatan Barumun.

Berdasarkan pantauan jurnalis pada Kamis (03/10/2024), kondisi jalan jalur dua Lingkar Sisupak menuju Desa Latong, yang merupakan penghubung ke Jalan Lintas Sumatera di Kecamatan Lubuk, tampak sepi. Diduga, kondisi ini disebabkan oleh buruknya kualitas jalan tersebut. 

Ditemukan banyak lubang pada lapisan aspal di sepanjang jalan. Selain itu, semak belukar dan rerumputan liar tumbuh di median jalan, bahkan cabang-cabang pohon menjulur hingga menutupi sebagian badan jalan. Kondisi ini terjadi pada jalan yang seharusnya menjadi ikon Kabupaten Padang Lawas (Palas).

Pada Mei 2024, Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Palas, melalui Bidang Bina Marga, telah melakukan upaya perbaikan dengan menimbun lubang-lubang tersebut menggunakan material sirtu. Namun, perbaikan sementara ini dinilai tidak cukup.

"Pemerintah seharusnya lebih bijak dalam memikirkan kenyamanan masyarakat dan pengguna jalan. Jalan yang merupakan ikon di Padang Lawas ini dibiarkan rusak, sehingga pengguna jalan berisiko mengalami kecelakaan. Selain itu, debu dari material sirtu bisa menyebabkan penyakit pernapasan seperti ISPA," ujar Siregar, warga Sibuhuan.
Kondisi serupa terjadi di ruas jalan di Lingkungan 4, Kelurahan Pasar Sibuhuan, yang mengarah ke Parsulukan.

Pantauan jurnalis menunjukkan bahwa lapisan aspal di jalan tersebut hampir habis, dan saat musim hujan, genangan air memenuhi jalan. Ketika cuaca kering, debu yang beterbangan mengganggu warga setempat dan pengguna jalan, meski jalan tersebut berada dekat dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sibuhuan.**