Uang Petugas Pemilu di Bengkalis Jadi Ajang KKN

Uang Petugas Pemilu di Bengkalis Jadi Ajang KKN

Kabar Bengkalis - Ikatan Pelajar Mahasiswa Kecamatan Bathin Solapan (IPMKBS) Bengkalis mengutuk pelaku sunat uang pemilu di KPPS. Dia sangat terkejut saat mendengar kabar adanya pemotongan dana anggaran penyelenggara Pemilu tahun 2019 di TPS Rp. 1,102,000. Kecamatan Bathin Delapan, Bengkalis, Riau.

Ketua IPMKBS Iwan Syahputra kepada media kemaren mengatakan, anggarannya untuk penyelanggara pemilu seharusnya tidak dipotong lagi, namun kenyataannya uang pemilu ini dijadikan produk memperkaya diri oleh oknum tertentu.

Dia sangat menyangkan ditengah pemerintah memeprbaiki mental pejabat justru malah di pesta 5 tahunan ini juga dijadikan ajang Pungli.

"Ironisnya pemotongan anggaran tersebut sangat terstruktur dan masif, "Ucapnya.

Maka dari itu pengurus IPMKBS mengutuk keras dan meminta kepada penegak hukum di Polresta Bengkalis sebagai penyidik agar tindak tegas kejahatan yang sangat merugikan penyelenggara tingkat KPPS.

"Itu adalah uang Negara yang harus dipertanggung jawabkan dengan sebenar benarnya," pinta Ketua IPMKBS ini.

Menurut informasi dugaan adanya pemotongan anggaran tersebut mulai dari PPK ke PPS, "Dan kami melihat KPPS hanyalah sebagai oknum yang dirugikan," jelasnya.

Sebagai jasa pelaksana ditingkat TPS, dan sama sama kita ketahui bahwa anggaran penyelenggara dari KPU, dana sewa tenda Rp1.600.000,- potong pajak 4% sisa Rp153.600,- dipangkas secara berpariasi. Dan aana ATK/konsumsi Rp 1,080,000,- potong pajak 10% Sisa Rp972.000,- dipotong secara berpariasi.

"Semntra dana Bimtek untuk 4 orang Rp272.000,- ditelan habis, nah informasi yang kami dapat secara akurat dan valid, bahwa PPK dan PPS memangkas anggaran tersebut dari dana konsumsi sebesar Rp. 430.000,- Dana tenda Rp. 400.000,- dan Dana Bimtek Rp. 272.000," kata Iwan.

Setelah dihitung dugaan Anggaran yang dipangkas oleh PPK dan PPS sebesar Rp 1,102,000 per TPS, berkisaran diangka Rp. 150 juta sampai Rp. 250 juta didalam hal pemotongan anggaran tersebut sangat berpariasi yang dilakukan oleh pihak PPK dan PPS.

"Kami sudah dapat data pernyataan dari pihak KPPS, disana bisa kita hitung sangat fantastis anggaran yang dipangkas," tuturnya.*Romi