Ada Permintaan Bos Alfamart dan Indomaret Diperiksa Soal Judol, Bank Bagaimana?

Ada Permintaan Bos Alfamart dan Indomaret Diperiksa Soal Judol, Bank Bagaimana?

Kabar Jakarta - Pemerintah sebelumnya telah mewacanakan menutup layanan top up atau isi ulang pulsa permainan (game) yang terafiliasi judi online.

Ketua Satgas Judi Online (Judol) yang juga Menko Polhukam Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa ia telah berkoordinasi dengan TNI dan Polri untuk mengawasi minimarket yang masih menyediakan layanan top up dana.

Berdasarkan infomasi dilapangan penyakit masyarakat in i sudah mengakar, bahkan ada yang sampai mengadaikan harta benda demo main Judol.

Bukan itu saja keterlibatan sejumlah oknum juga menjadi pertanyaan publik, “nah sebaiknya judi ini dilegalkan saja agar ada pemasukan uang ntuk negara”,

Terkait itu pada media Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Haris Pertama, meminta Satgas Judi Online “misalnya memeriksa bos atau petinggi dua minimarket yakni Indomaret dan Alfamart yang menjadi tempat top up uang digital untuk digunakan bermain judi online”. Lalu pertanyaannya hampir semua bank juga terlibat top up hal yang sama, bagaimana?. 

Haris Pertama, berharap Satgas jangan hanya fokus terhadap para pemain. Namun harus menyeluruh dengan penegakan hukum yang tanpa pandang bulu.

Haris mengatakan salah satu upaya menghilangkan judi online ialah dengan memanggil pihak-pihak yang diduga terkait dengan ekosistem judi online ini.

Karena terkait untuk top up judi online di minimarket tersebut,” kata Haris seperti dilansir dari media detikcom, Selasa, 25 Juni 2024.

Haris menambahkan, kedua mini market tersebut seolah tidak memperdulikan situasi krisis Indonesia darurat judi online, karena masih melayani top up dompet digital yang biasanya diduga digunakan masyarakat untuk bermain judi online.**