LSM Penjara Minta Kepolisian Transparan Terkait Tewasnya Dua Pekerja PT Central Proteina Prima Di Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan

LSM Penjara Minta Kepolisian Transparan Terkait Tewasnya Dua Pekerja PT Central Proteina Prima Di Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan

Photo : LSM Penjara saat berada di PT Central Proteina Prima Di Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan

Kabar Medan - Terkait Tewasnya Dua pekerja pabrik pakan ternak PT Central Proteina Prima di Jalan Sisingamangaraja - Simpang Jalan Tol Timbang Deli, Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan, Sumatera Utara membuat Adi Warman Lubis Ketua LSM Penjara Sumut angkat bicara.

Adi Warman Lubis mengatakan dirinya meminta Ketua Dewan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Provinsi Sumatera Utara (DK3P Sumut) mengusut tuntus kasus tewasnya pekerja Dua pekerja pabrik pakan ternak PT Central Proteina Prima tersebut. 

"Kita Minta Ketua DK3P Sumut dan Ka UPTD PK wil. I dan Pengawas dan pengawas spesialis usut tuntas tewasnya dua pekerja di PT Central Proteina Prima di Jalan Sisingamangaraja - Simpang Jalan Tol Timbang Deli, Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan, Sumatera Utara," ungkapnya, Rabu (12/6/2024)

Lanjut Adi Warman Lubis mengatakan bahwa dirinya juga meminta minta kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas dan transparan atas kematian dua karyawan PT Centr Proteina Prima tersebut yang di duga meninggal akibat terperosok ke dalam tong yang berisi bahan kimia

"Kami sebagai kontrol sosial mempertanyakan tentang keselamatan kerja nya da semalam kita udah ke TKP namun pihak perusahan tidak mau ketemu dengan alasan tidak berada di tempat," pungkasnya.

Di kutip dari https://medan.tribunnews.com/2024/06/11/breaking-news-diduga-keracunan-2-pekerja-pabrik-pakan-ternak-pt-central-proteina-prima-tewas

Adapun korban bernama Firman Indra Kesuma (41), warga Jalan Pasar IV, Gang Dame, Desa Marindal II, Dusun 6, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang dan Riski Wahyu Pratama, warga Jalan Batang Kuis Medan.

Keduanya diduga tewas keracunan akibat masuk ke dalam tong berisi cairan kimia.

Wito, Abang korban mengatakan adiknya dan rekannya tewas pada Senin 10 Juni 2024 kemarin.

Pihak keluarga mengaku baru mendapat kabar dari rekan sesama pekerja sekira pukul 11:00 WIB, ketika korban sudah dievakuasi.

Saat itu istri korban dikabari teman suaminya untuk datang ke pabrik.

Ketika datang ke pabrik, rupanya korban sudah dibawa ke rumah sakit.

"Saya mendapat kabar sekitar pukul 11 lewat, istrinya dipanggil disuruh ke perusahaan atau pabrik. Rupanya katanya sudah di rumah sakit dan meninggal dunia adik saya ini," kata Wito, Selasa (11/6/2024).

Wito menjelaskan, adiknya diduga tewas ketika masuk ke dalam tong berisi cairan kimia sehingga dia pingsan diduga keracunan.

Saat pingsan, teman korban, Riski Wahyu Pratama, warga Jalan Batang Kuis Medan datang melihat korban yang sudah pingsan.

Lantas, ia mencoba untuk menolong dan mengetahui apa yang sedang terjadi.

Sayangnya, Riski malah diduga juga keracunan sampai akhirnya meninggal dunia.

"Kalau informasi yang didapat, adik saya meninggal karena masuk ke tong formula itu, tong campuran obat-obatan. Gak tahu saya kenapa dia masuk ke situ. Setelah masuk, katanya gak sadarkan diri."